Rabu, 31 Januari 2018

"IA MERASA HERAN ATAS KETIDAKPERCAYAAN MEREKA" (Mrk.6:1-6)

Selamat Pagi. Hari ini Rabu, 31 Januari 2018. Pekan Biasa IV. Peringatan Wajib SANTU YOHANES BOSCO. 

SOBAT, Yohanes Melkior Bosco, lahir dari orangtua yang sangat sederhana. Walau demikian Yohanes Bosco tetap dimasukkan ke sekolah pilihan orangtuanya. Sampai pada satu ketika ia menjadi Imam. Sebagai Imam, dia mengabdikan pelayanannya bagi pendidikan kaum muda, terlebih dalam lingkungan mereka yang miskin. Dapur rumahnya bahkan dijadikan ruang khusus bagi para kaum muda terlantar agar dididik menjadi manusia - manusia berguna. Salah satu muridnya bahkan menjadi orang kudus yaitu Santo Dominiko Savio. Yohanes Bosco juga mendirikan kongregasi para Imam Salesian. Meninggal tahun 1888, Yohanes Bosco pun dinyatakan suci kelak oleh Paus Pius XI.
SOBAT,
Dalam bacaan Injil hari ini disampaikan bahwa Yesus mengungkapkan keheranannya atas ketidak-percayaan orang-orang di lingkunganNya sendiri. Di lingkungan keluargaNya sendiri. Mereka sudah banyak kali melihat Karya Yesus, mujisatNya, cinta dan perhatianNya tapi mereka tetap acuh bahkan menganggap bahwa Yesus itu tak ada apa-apanya. Sudah biasa bersama Yesus sebagai saudara sekampung mereka tidak mau menaruh harapan yang bukan-bukan padaNya. Di lingkunganNya sendiri Yesus kurang menemukan iman. Yang beriman justru orang-orang kecil, orang - orang luar, tak terpandang, mereka yang banyak tersingkir dari pergaulan dengan masyarakat lain. Pengalaman Yesus ini terulang di sepanjang sejarah gereja. Kita diandaikan bekerja, berusaha, mengadakan perhitungan dan penelitian dalam mengatur hidup serta membangun dunia, dan menyehatkan ekonomi kita. Yang mengherankan bahwa dalam usaha ini banyak kali kita menganggap Yesus tidak berfungsi sama sekali. Kita tidak percaya , bahwa menyebut, mengimani nama Yesus, bisa mengubah apa - apa dalam dunia dan hidup kita. Karena itu banyak kali yang kita lakukan tidak diarahkan pada kedamaian dan keselamatan. Karena membangun hidup yang banyak kali tanpa disertai Tuhan karena ragu - ragu, kurang percaya atas penyelenggaraanNya maka kita bisa menumbuhkan benih - benih kehancuran, kebinasaan lahir dan bathin, karena kekuatan Allah tak ikut serta, karena kita bergerak lepas dari tangan Tuhan yang menyelamatkan. Mari sekali lagi kita bangkit lagi, mengimani Dia dengan tulus dan mantap, Dia pasti akan menyelamatkan, Dia pasti akan membebaskan, Dia pasti akan menganugerahkan rahmat dan cinta, Dia pasti akan menyembuhkan. Amin.

MARILAH BERDOA:
Allah Bapa, kuasailah kami dengan RohMu, agar selalu mengimani Engkau dan kuasaMu, sehingga kami tetap mengandalkanMu, dan tak pernah lepas daripadaMu apapun juga yang terjadi. 

Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga dalam menjalani aktifitas kami sepanjang hari ini kami tetap menjalaninya dengan penuh iman dan bakti. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita diberkati oleh Allah yang mahakuasa: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN.
Santu Yohanes Bosco, doakanlah kami. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

"PENDERITAAN KECIL DAN BESAR BAGI YESUS SAMA PENTINGNYA" (Mrk. 5:20-43)

Selamat Pagi. Hari ini, Selasa, , 30 Januari 2018. Pekan Biasa IV

SOBAT, dalam hati Yesus yang penuh kasih, derita manusia besar atau kecil semua ditanggapiNya. Ini terlihat jelas dalam bacaan injil hari ini. Saat seluruh perhatian rakyat tertuju pada peristiwa besar dimana anak seorang pemimpin terkemuka, Yairus, yang sakit keras dan akhirnya meninggal, perhatian Yesus tertuju juga pada orang dipinggir jalan yang menderita, tapi dengan malu-malu menyembunyikan penyakitnya dan dengan kepercayaan yang teramat besar sembuh dari sakitnya walau hanya menyentuh jumbai jubah Yesus. Si wanita yang sudah sekian lama menderita sembuh juga kendati dia pikir tak akan ada yang tahu termasuk Yesus. Karena itu dia heran dan bersyukur ternyata kesembuhannya diketahui Yesus juga. Yesus punya perhatian terhadap yang kecil, terhadap penderitaan yang tersembunyi maka kataNya kepada wanita itu yang takut dan gemetar: " Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau". Baru kemudian Yesus ke rumah Yairus. Ditandai dengan wibawa dan kuasa, dihadiri orang tua dan banyak saksi, Yesus membuktikan kuasaNya atas hidup dan mati dengan menghidupkan kembali puteri Yairus. Jadi karya belaskasih Allah berlaku tanpa ada pembedaan. Terbuka atau tersembunyi. Resmi atau tidak resmi. Pada orang terkemuka atau rakyat kecil, belas kasih Tuhan tak dibedakan. KasihNya dinyatakan sama rata. Tidak seperti banyak orang saman sekarang ini yang lebih banyak berbelaskasih pada orang lain, asal ada yang melihat, asal orang itu terkemuka atau terkenal, asal dia berwibawa, asal dia terhormat, asal dia punya kekayaan lebih. Banyak pembedaan yang kita buat dalam mewujudkan solidaritas dan kesetiakawanan pada sesama. Anehnya banyak yang memilih solider dan setia kawan dengan yang terpandang dan terkemuka, dari pada yang terkebelakang dan kurang dikenal.

MARILAH BERDOA:

Allah yang maharahim, bantulah kami sekalian agar dalam membantu dan memperhatikan sesama, senantiasa tidak membeda - bedakan status sosial orang lain, tapi memperhatikan sesama dengan sama rata, sama rasa.

Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga hari ini dalam menjalani aktifitas kami, kami semakin berkenan padaMu dan pada sesama kami. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Semoga berkat Allah selalu menyertai dan melindungi kita hari ini: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

"KUASA SETAN MERAJALELA, INGIN MEMBINASAKAN MANUSIA" (Mrk. 5:1-20)

Selamat Pagi. Hari ini Senin, 29 Januari 2018. Pekan Biasa IV

SOBAT, sikap setan terhadap manusia diwarnai kebencian yang amat mendalam terhadap "gambar dan citra Allah", yang dilihat ada dalam manusia. Sedapat-dapatnya setan mau menghina gambar dan citra ini, dengan menyusup dalam diri manusia, merendahkannya, malah menjadikan manusia yang adalah citra Allah ini bagai hewan, diseret ke makam - makam, ke suasana - suasana yang dikuasai maut sebagai kediaman. Bagi setan, manusia itu harus ditelanjangi, dipukuli, menghancurkan diri, pokoknya diganggu terus. Tapi suatu ketika di daerah asing ciptaan setan itu, Yesus masuk juga dan dalam sesaat kuasa setan itu dipatahkan, manusia direbut kembali dari kuasa setan itu dan dikembalikan lagi martabatnya sebagai Anak Allah, sebagai citra Allah. 
Marilah tetap memperhitungkan kuasa - kuasa kegelapan ini. Karena kuasa ini banyak kali menyamar. Manusia suatu ketika bisa jadi korban. Karena setan datang untuk membinasakan dan Yesus datang untuk menghidupkan. Tapi sebagai kepunyaan Yesus, kita tak perlu takut akan kuasa - kuasa kegelapan ini yang sering kali menggoda dan mengganggu manusia. Yesus tetap berkuasa atas manusia, atas harta dan atas setan dan kuasa - kuasa kegelapan lainnya. Isinkan Yesus tetap menguasai kehidupan kita niscaya hidup kita akan aman dan damai. Ciptakan selalu suasana keakraban dengan Allah, bahagia abadi pasti menjadi milik kita. Dan seperti orang yang dibebaskan dari kuasa setan dalam injil hari ini, mari bersama kita menjadi pewarta agung karya cinta Allah dalam diri Yesus serta membagikan anugerahNya kepada orang lain tanpa pandang bulu.

MARILAH BERDOA:

Allah mahakuasa berikan kami kekuatan penuh dalam diri Yesus untuk dapat mengalahkan setan yang senantiasa menggoda dan mengganggu kami. Semoga kami selalu mengalami pemeliharaanMu yang penuh kasih sayang.

Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga dalam menjalani seluruh kegiatan kami hari ini namaMu semakin dimuliakan dan cintaMu kami bagikan pada sesama. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita hari ini senantiasa dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN.  (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Minggu, 28 Januari 2018

"Kunci Taon", Pusat Paroki Modoinding Adakan Lomba Figura dan Bakti Sosial


Umat Pusat Paroki Sta. Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding hari ini, Minggu (28/1) melaksanakan Lomba Figura dan Bakti Sosial  antar Wilayah Rohani. Lomba yang dikemas dalam bentuk devile mengitari jalan dan lorong di pusat paroki ini dilaksanakan dalam rangka Acara “Kunci Taon”. Sesuai dengan jadwal, pukul 15.00 Wita tampak umat dari beberapa wilayah rohani sudah memadati halaman samping gereja pusat paroki lengkap dengan kostum  figura yang unik dan lucu. Setiap kelompok yang datang langsung mendaftar dan mengambil nomor urut devile yang sudah disiapkan oleh Frater Pastoral, Fr. Cyrill Angelo Tanod, Pr.

Sekitar pukul 15.30 Wita, nampak Pastor Paroki, Pst. Feighty Boseke sudah berdiri di barisan paling depan dan siap untuk membuka acara. Beliau berpesan bahwa acara "Kunci Taon" yang dibuat hari ini diisi dengan Figura dan Aksi Bakti Sosial. Dalam devile, di samping kita menikmati dan saling membagi kegembiraan, kita juga diajak untuk memungut sampah-sampah di sepanjang jalan yang dilalui. Oleh karena itu, sudah diingatkan sebelumnya, setiap kelompok harus membawa karung sebagai tempat menampung sampah yang dipungut.  Menurut Pastor, dengan aksi seperti itu, kita telah mulai menunjukkan sikap solider dan kesetiakawanan kita pada lingkungan dan masyarakat sekitar kita. Sesudah kata-kata pembuka, devile pun dimulai. Kelompok wilayah rohani dilepas satu per satu oleh Pastor Paroki.

Tak terungkap dengan kata-kata raut kegembiraan yang terpapar di tiap wajah umat yang mengikuti acara ini. Mereka tertawa dan saling menertawakan pakaian dan make-up mereka sendiri. Beberapa lelaki mengenakan  gaun perempuan dan berdandan layaknya seorang gadis. Tingkahnya pun, meski kentara dibuat-buat seperti perempuan, tetapi menimbulkan keriuhan orang yang memandang. Mereka terlihat lucu dan menggemaskan. Beberapa lelaki juga tampak mengenakan seragam dari berbagai profesi, padahal sesungguhnya mereka tak berprofesi seperti itu. Ada juga yang mengenakan daster ibu hamil lengkap dengan perut hamil buatan. Mereka juga tak kalah memancing tawa dan kegembiraan orang yang berpapasan.

Kelompok perempuan juga tampil unik.  Ada yang mengenakan seragam bak seorang anak sekolahan yang imut dan manis, padahal aslinya sudah tua bahkan tua renta hehehehe ... Ada yang mengenakan seragam Kaum Bapa padahal aslinya adalah kaum ibu. Ada juga yang berdandan dan bertingkah seperti pemulung. 

Tak mau kalah, kelompok anak dan remaja didandani juga secara berbeda. Mereka tampil mewakili pelbagai profesi dan panggilan hidup. Ada yang tampil bak suster dan pastor cilik. Ada juga yang tampil seperti polisi, tentara dan perawat cilik.

Sungguh, hari ini kegembiraan  tertumpah ruah di setiap jalan dan lorong yang dilalui kelompok figura. Bukan saja mereka yang ber-figura yang bergembira, tetapi masyarakat yang dilewati sepanjang devile juga tak bisa menahan senyum dan tawa gembira mereka saat menyaksikan atau berpapasan dengan peserta devile. Devile berakhir kembali di halaman gereja pusat paroki. Setiap karung sampah yang dibawa oleh setiap kelompok devile dikumpulkan.  Setelah semua kelompok terkumpul kembali, acara dilanjutkan dengan demonstrasi para peserta figuran.

Demonstrasi dari para pria yang berdandan dan berpakaian ala perempuan menjadi penampilan yang mengundang begitu banyak tawa. Mereka dengan penuh percaya diri tampil seperti berada di atas panggung catwalk, berlenggak-lenggok berpasangan seperti sedang dalam lomba fashion show. Tak terbendung tawa riuh dari para penonton. Aksi lucu itu menutup dan melengkapi semua kegembiraan yang tercipta sejak pukul 15.00 Wita tadi. Seperti kata pepatah, mudah-mudahan kegembiraan yang kita ciptakan dan hadirkan bersama hari ini sungguh bisa menjadi payung yang menjaga kita tatkala menghadapi “hari-hari berhujan” dalam perjalanan hidup kita sepanjang tahun ini. Semoga. (sek)

Sabtu, 27 Januari 2018

Di Jiko, Yubileum 150 Tahun Keuskupan untuk Umat Paroki Modoinding Resmi Dibuka

Pastor Paroki, Frater Pastoral bersama DPP, DPS Paroki Modoinding dan
umat Stasi Jiko usai acara pembukaan dan pelantikan panitia
Yubileum 150 Tahun Keuskupan Manado
Umat Paroki Sta. Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding hari ini, Sabtu (27/1) merayakan Misa Syukur untuk membuka Perayaan Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik Bertumbuh Kembali Di Keuskupan Manado secara khusus di paroki Modoinding. Perayaan yang diikuti oleh umat dari 12 Wilayah Rohani di pusat paroki dan seluruh  stasi di Paroki Modoinding dilaksanakan di Stasi Jiko Paroki Guaan dengan sepengetahuan dan izin terlebih dahulu dari pastor paroki setempat.

Umat Paroki Modoinding memadati halaman depan gereja
stasi Jiko saat perayaan karena ruang dalam gereja penuh 
Sengaja kita memilih Stasi St. Agustinus Jiko sebagai tempat kita mengadakan perayaan syukur saat ini bukan untuk maksud pasiar, tetapi terlebih karena kita ingin menunjukkan sikap solider kita sebagai umat beriman, sekaligus untuk membawa dan membagi semangat serta kegembiraan kita umat paroki Modoinding bersama umat di stasi ini,” kata Pastor Paroki Modoinding, Pastor Feighty Boseke, Pr saat mengawali Misa Syukur. Beliau melanjutkan bahwa sikap solider dan semangat untuk saling membagi kegembiraan iman merupakan sikap yang dituntut dari Aksi Puasa Pembangunan (APP) keuskupan Manado tahun ini dan yang juga diharapkan dari Perayaan Yubileum 150 Tahun Umat Katolik Kembali dan Berkembang di Keuskupan Manado. Ia menambahkan bahwa misa syukur saat ini akan menjadi pembuka Perayaan Yubileum tersebut khusus untuk umat Paroki Modoinding.  “Kita hadir di sini sekaligus juga untuk membuka secara khusus di paroki kita, perayaan Yubileum 150 Tahun Umat Katolik Kembali dan Berkembang di Keuskupan Manado,” ungkapnya.

Pastor paroki bersama sebagian pimpinan umat Paroki
Modoinding dan Panitia Lokal Perayaan Yubileum
Saat homili, Pastor Feighty mengurai SEMANGAT SOLIDER dan SIKAP RELA BERKORBAN yang harus dimiliki dan ditumbuhkan dalam hidup bersama.  Ketika jauh-jauh mau hadir di tempat ini dan rela meninggalkan semua pekerjaan dan kesibukan harian, menurut pastor, kita sesungguhnya telah memiliki semangat solider dan rela berkorban. Jangan sampai dalam kebersamaan hidup beriman, ada orang-orang yang tidak punya sikap solider dan kerelaan untuk berkorban. 


Umat Paroki Modoinding memadati  bangsal dan
halaman samping gereja stasi Jiko saat perayaan syukur
Pastor juga mengajak umat untuk menjadi umat yang SEMAKIN BERIMAN. Dalam Injil dikisahkan tentang Yesus yang menghardik angin ribut dan ombak, dan danau pun menjadi tenang. Pastor mengatakan bahwa  dalam hidup kita, banyak juga angin ribut dan ombak yang sering kita hadapi. Banyak goncangan, tantangan, beban berat  dan kecemasan yang kita alami. Tetapi sadarilah bahwa Yesus selalu ada dekat. Ia ada di samping, merangkul kita dan penuh kasih berucap, “Jangan takut. Aku ada di sini. Bersamamu.” Pastor berharap  dengan sikap solider, rela berkorban dan hidup yang semakin beriman kita akan bisa berjalan bersama sebagai umat separoki dalam terang Yesus Kristus.

Pastor Paroki,  frater pastoral bersama pimpinan
Umat & Panitia Lokal siap mensukseskan Yubileum 
Pada perayaan itu, pastor Feigty juga melantik Panitia Lokal di stasi-stasi di Paroki Modoinding dalam rangka Perayaan Yubileum 150 Tahun Umat Katolik Keuskupan Manado. Beliau mengingatkan kembali akan tema dan sub tema tahun Yubileum. Sebagai tema diambil dari Mazmur 8:10 “Betapa Mulia Nama-Mu ya Tuhan di seluruh bumi." Sub Tema:  “Dengan Semangat Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Manado berjalan bersama dalam terang Yesus Kristus.” 

Pemandangan Desa Jiko dan pelabuhan tampak dari depan
Gereja Stasi St. Agustinus Jiko

Seperti kita ketahui, Yubileum 150 Tahun Keuskupan Manado dicanangkan oleh uskup Manado, Mgr. Benediktus Rolly Untu, MSC di Stasi Kema Paroki Lembean pada tanggal 14 September 2017 pada Pesta Salib Suci. Dicanangkan di Kema tepat tanggal 14 September karena menjadi kenangan 150 tahun silam, di tempat dan tanggal itu di tahun 1986, Pater Johanis de Vries  mendarat dan memulai rangkaian pembaptisan. Pelbagai program dan kegiatan akan dibuat selama tahun Yubileum, seperti diungkapkan Pastor Kris Ludong saat memberikan sosialisasi pada pimpinan umat Kevikepan Stella Maris di paroki Modoinding, Kamis (18/1). Perayaan Puncak Yubileum akan dilaksanakan tanggal  9-14 September 2018.(sek)

Renungan: Sabtu, 27 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 27 Januari 2018. Pekan Biasa III. Bacaan Injil: Mrk.4:35-40.
"SIAPA GERANGAN ORANG INI SAMPAI ANGIN DAN DANAUPUN TAAT PADANYA?"

SOBAT, dikisahkan bahwa Yesus dan murid-muridNya sedang menyeberang danau, dan tiba - tiba dilanda angin ribut serta ombak besar. Murid - murid ketakutan dan membangunkan Yesus yang sedang tidur. Yesus lalu bangun dan menghardik angin dan danau, lalu danaupun menjadi tenang. Lalu, Yesus mengingatkan tentang ketidapercayaan para murid.
Peristiwa badai ini dilihat sebagai renungan untuk mengerti makna tantangan berat yang dihadapi manusia dan bagaimana mengatasi goncangan hidup. Ternyata kalau orang berkali -kali kandas, berkali - kali merasa tak berdaya, risau terus menerus, galau yang berkepanjangan, takut dan cemas berlebihan akan ulah hidupnya, tiba - tiba menjadi ganas dan bergelora marah dengan lingkungannya tanpa pandang waktu, MAKA dia belum serius mencoba mendekati Yesus yang dalam hatinya, dalam hati kita, nampak tidur, tetapi perhatianNya tetap terjaga bagi kita. 

Kerap kali yang terjadi, orang atau kita, tidak menyadari bahwa Yesus selalu ada di samping kita. Juga kalau orang merasa berdosa sering tidak percaya bahwa Yesus ada dan memperhatikan kita. Sering kita kurang yakin akan cinta, belas kasih dan pengampunan Yesus. Bahkan mengira dengan jatuh terus dalam dosa, atau belum serius mengatasi dosa, Tuhan seperti membiarkan kita jatuh terus ke jurang kebinasaan. Satu hal yang tak mungkin terjadi. Yesus selalu ada dekat, di samping, merangkul kita penuh kasih berucap:"Jangan takut. Aku ada disini. Bersamamu".

Ungkapan kasih yang memberi peneguhan dan keyakinan. Ungkapan yang meminta kita jangan membatasi kuasa Yesus dengan daya tangkap kita yang kecil dan sempit, seakan Dia tak ada apa-apanya. Dalam merasa takut, cemas, akan bahaya, cemas akan kesulitan yang dihadapi, takut pada beban berat hidup yang dipikul, kita harus menjelajahi hidup dan bertanya-tanya, apakah bukan karena "KURANG PERCAYA" masalahnya pada kita?.


MARILAH BERDOA:

Allah yang mahakuasa dan kekal, berikan kami RohMu, dan kuatkanlah selalu kepercayaan kami. Semoga kami tetap menyadari bahwa senantiasa Engkau ada beserta kami, sehingga kami tak perlu takut.

Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami dikuatkan oleh kehadiranMu yang menyelamatkan saat menjalani seluruh kegiatan kami hari ini. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita dalam menjalankan kegiatan kita hari ini senantiasa dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Jumat, 26 Januari 2018

Renungan: Jumat, 26 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Jumat, 26 Januari 2018. Pekan Biasa III. Peringatan Wajib : SANTU TIMOTIUS DAN TITUS. Bacaan Injil: Luk.10:1-9.
"AKU MENGUTUS KAMU BAGAIKAN DOMBA KE TENGAH SERIGALA"

SOBAT, Timoteus dan Titus adalah murid Paulus dan menjadi rekan seperjalanan Paulus memberitakan injil. Timoteus dalam karyanya bersama Paulus lebih banyak di tempat, dalam arti menetap di Efesus sampai jadi uskup. Sedangkan Titus lebih banyak melanglang buana. Berkali - kali dia diutus oleh Paulus memecahkan persoalan dan kesulitan gereja muda. Mereka telah menjalani hidup yang penuh perjuangan dalam mewartakan Kristus. Karena itu mereka sungguh di beri hormat dan penghargaan penuh oleh gereja sampai saat ini. St. Timoteus dan Titus doakanlah kami.

SOBAT, Dalam injil hari ini Yesus dikatakan mengutus murid - murid-muridNya bagai domba ke tengah serigala. Inilah situasi dunia kemana Yesus mengutus mereka, karena mereka harus melakukan semua tugas, dimanapun juga, dalam situasi berat, gawat, penuh tantangan dan bahaya. Mereka diminta Yesus untuk berkarya dan terutama mengandalkan selalu penyertaan Tuhan dalam karya mereka. Mereka lemah dan sangat berbahaya berhadapan dengan hidup dunia yang keras. Karena itu, andalkan Tuhan, percaya penuh pada penyertaanNya, yakin akan pendampinganNya, membuat mereka aman. Merasa bahwa Allah selalu di pihak mereka, maka tak ada yang perlu ditakuti.

Saudara, bagi kita juga menjalani kehidupan yang serba sulit, banyak tantangan, banyak rintangan, mari selalu berharap pada penyelenggaraan Allah. Menghadapi persoalan hidup yang serba sulit, sepertinya banyak yang memusuhi, berjumpa dengan orang lain yang bagai tidak suka melihat kehadiranku, masalah keluarga yang pelik bagai tak ada jalan keluar, kesehatan yang sepertinya sangat susah didapat, cemas memikirkan pekerjaan yang dihadapi, mari selalu berharap pada tuntunan Allah. KasihNya untuk kita tak akan habis, Dia selalu memperhatikan dan peduli dengan situasi kita. Bimbingan tangan cintaNya akan abadi selalu. Kita adalah domba peliharaanNya dan Dia tak akan membiarkan kita mengalami kesulitan. Percayalah.
Marilah Berdoa:
Allah yang mahakuasa, tuntunlah kami terus pada jalanMu agar kami luput dari cengkeraman hidup yang keras dan membuat kami tak berdaya.
Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga kami dapat menjalani aktifitas kami hari ini dalam rahmat kasihMu yang selalu mendampingi. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga berkat Allah menyertai kita dalam menjalani tugas dan karya kita hari ini : DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Kamis, 25 Januari 2018

Renungan: Kamis, 25 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Kamis, 25 Januari 2018. Pekan Biasa III. Pesta "PERTOBATAN SANTU PAULUS". Bacaan Injil: Mrk.16:15-18.
"PERGILAH KE SELURUH DUNIA, BERITAKANLAH INJIL KEPADA SEGALA MAHLUK"
SOBAT, pertobatan Paulus adalah kisah pertobatan yang paling besar di zaman para rasul. Dengan rahmatNya, Tuhan mengubah musuh menjadi murid. Pertobatan Paulus memberi arah baru bagi gereja. Tidak saja penganiayaan berhenti tapi dengan kerasulannya di kemudian hari, ia menempatkan gereja di medan jalan pertemuan antara bangsa - bangsa. Gereja terbuka menjadi terang para bangsa. Paulus keluar dari tanah Yahudi, menjelajah kota dan desa di Asia kecil, menyeberang ke Eropa, sampai ke Roma yang waktu itu menjadi pusat dunia. Paulus berjalan kaki, berkali - kali mengalami kapal karam. Ia mengajar di Sinagoga, di luar kota, di penjara, di pinggir sungai, di tengah kota Atena, di rumah - rumah pribadi di Korintus dan Efesus. Ia mengirim utusan, menulis surat-surat lalu disebar kemana-mana. Itulah semangat Paulus yang kiranya dapat juga menjadi semangat kita dalam menyebarkan Kabar Gembira Kristus saat ini.
Seperti Paulus kita mendapat teladan kerasulan besar. Tidak ada pengorbanan yang boleh ditakutkan, tak ada kesulitan yang boleh dihindari, selama ada mahluk, mari tetap memberitakan injil entah dalam situasi bebas, terpenjara, sehat atau sakit, jadilah rasul yang selalu terdorong mewartakan warta penginjilan agar semakin banyak orang bertobat, berkembang, mendapat hiburan, kekuatan, dan selamat serta mendapatkan hidup sampai berkelimpahan. 
Santu Paulus, doakanlah kami.
MARILAH BERDOA:
Allah yang mahamulia, berilah kami senantiasa rahmatMu agar kami dapat menjadi pewarta injil yang patuh setia, sehingga banyak orang mengalami warta sukacitaMu yang menyelamatkan.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga seluruh aktifitas hari ini yang akan kami lakukan selalu menjadi karya keselamatan untuk kami dan sesama kami. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga dalam menjalani kegiatan kita hari ini, kita senantiasa dituntun, dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Renungan: Rabu, 24 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Rabu, 24 Januari 2018. Pekan Biasa III. Peringatan Wajib SANTU FRANSISKUS DE SALES. Uskup dan Pujangga Gereja. Bacaan Injil: Mrk.4:1-20. 
"PENABUR KELUAR UNTUK MENABUR DAN TUMBUH BERMACAM-MACAM BENUH".

SOBAT, Fransiskus dari Sales dulunya dikenal sebagai seorang imam yang memiliki otak cemerlang. Ia studi keras dan mencapai gelar Ahli Hukum. Sebagai imam, dia penuh cinta dan perhatian serta bertanggung jawab atas pelayanannya. Ajaran iman yang benar dia wartakan lewat tulisan - tulisannya yang membuat banyak orang yang telah sesat kembali bertobat. Karya ini dia tetap lanjutkan saat dia diangkat menjadi uskup. Semboyannya adalah kelembutan dan kerendahan hati. Dia adalah orang pertama yang menyampaikan warta injil lewat Surat Kabar. Karena itu setelah dia meninggal dia diangkat menjadi pelindung para wartawan.
Santu Fransiskus de Sales, doakanlah kami. Amin.

Sobat, Injil hari ini berkisah soal perumpamaan tentang seorang Penabur yang menaburkan benih dan tumbuh benih berbeda - beda. Maknanya kita bisa kongkritkan dalam hidup kita sekarang. Seperti:
MENABURKAN BENIH, atau menaburkan firman. Bisa dalam khotbah, pelajaran khusus, tapi juga dalam percakapan harian, lewat media massa, radio, tv, buku, koran, atau alat komunikasi lainnya. Semua kita manfaatkan untuk tujuan pembangunan manusia yang berakhlak mulia, beriman pada Tuhan. Bukan merusak.

BENIH YANG JATUH DIPINGGIR JALAN, tapi dimakan burung. Itu orang yang dirampas kebebasannya untuk ambil waktu memikirkan sesuatu. Warta firman serba dangkal dalam hidupnya, tak ada yang dibiarkan melekat dan meresap jadi keyakinan. Tak ada waktu mengolah firman. Tapi mengolah kepentingan dunia banyak waktu.
BENIH YANG JATUH DI TANAH BERBATU-BATU. Benih atau firman memberi sedikit kemungkinan berakar. Tapi firman disambut sejauh jadi 'hiburan', cepat menguap dan mati. Tak ada pesan firman yang bertahan dalam hati, karena tidak tekun merenungkan firman. Hanya tekun merenung soal cari keuntungan dunia.
BENIH YANG JATUH DI SEMAK DURI. Tertanam firmannya, tapi pengaruh dunia menghimpit sehingga firman tak berbuah dalam hidup, karena orangnya sibuk mengejar urusan dunia.
DITABUR DI TANAH YANG BAIK. Benih tumbuh dan berbuah. Dia adalah orang yang berkeyakinan kuat, imannya dalam, cari hidup dengan doa. Hidup kesehariannya menyenangkan, bicaranya bermutu, bekerjanya bertanggung jawab, beres, jujur dan bersih. Pada gereja dan pada masyarakat mereka tidak bertanya sudah diberi apa atau sudah dapat apa, TETAPI mereka dapat menyumbangkan apa-apa demi kesejahteraan bersama. Kesetiakawanan sosial mereka tinggi. Pada mereka, benih yang ditaburkan menghasilkan tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, seratus kali lipat.
Marilah Berdoa:
Allah yang maharahim ciptakanlah hati kami kembali agar sanggup menjadi tempat yang baik untuk tumbuhnya benih FirmanMu, sehingga hidup kami selalu berkenan padaMu dan pada sesama.

Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga kami mendapatkan rahmatMu dalam usaha kami hari ini. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga Allah melindungi kita dalam menjalani aktifitas kita di hari ini dengan berkatNya berlimpah: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Renungan: Selasa, 23 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Selasa, 23 Januari 2018. Pekan Biasa III. Bacaan injil: Mrk.3:31-35.

"BARANGSIAPA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH, DIALAH SAUDARAKU"

SOBAT, dalam injil dikisahkan saudara - saudara Yesus menunggu di luar hendak bertemu. Tapi ternyata tidak penting bagi Dia. Mereka itu adalah saudaraNya dari Nasareth. Bahkan ada juga ibuNya sendiri. Betapapun Yesus sebagai manusia mengakui hubungan keluarga , bahkan menjunjung tinggi ibuNya, namun sebagai Penyelamat dunia Ia harus mengatakan bahwa ikatan ini bukan yang menentukan. Ikatan keluarga ini bukan yang istimewa. Di jalan keselamatan ikatan keluarga dipandang dalam hubungan dengan Bapa di surga.
Banyak orang merasa bangga, bisa menjalin persaudaraan karena pernikahan dengan keluarga orang berada, punya kedudukan tinggi. Betapa menyenangkan disebut dan diakui masih saudara dengan orang terpandang. Tapi dalam injil hari ini Yesus mengarahkan mata kita pada kebangsawanan sejati dengan Allah di surga. Di situ relasi terjadi bukan lewat darah dan keturunan tetapi inilah relasi yang bisa diusahakan. Orang dapat menjadi saudara Yesus dengan berbagi semangat denganNya, dengan mengenakan RohNya, yang mengarahkan langkah - langkah kita manusia pada pelaksanaan kehendak Bapa. Perbuatan dan kesatuan dengan RohNya dalam ikatan cinta dengan Bapa, lebih menentukan dari pada hubungan darah dan daging, yang belum mengangkat jiwa manusia. Jadi, siapa saja yang melakukan kehendak Bapa di surga, itulah yang disebut anak Allah, saudara Yesus Sang Putera. Dan itulah kita sekalian.
Marilah Berdoa:
Allah yang maharahim, berikanlah kami RohMu agar dengan keyakinan teguh dapat menjalin persaudaraan dengan Yesus yang miskin, yang tak memiliki keistimewaan dunia, hanya mengandalkan kesetiaan pada melaksanakan kehendak Allah.
Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga kami boleh menjalani tugas dan karya kami hari ini dengan jiwa dan semangat Yesus sendiri, yang melakukan segala sesuatu menurut kehendakMu. Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Semoga hari ini dalam menjalani aktifitas kita, berkat Allah senantiasa melindungi kita semua: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Senin, 22 Januari 2018

Renungan: Senin, 22 Januari 2017

Selamat Pagi. Hari ini Senin, 22 Januari 2018. Pekan Biasa III. Bacaan Injil: Mrk.3:22-30.
"MENGHOJAT ROH, BERBUAT DOSA KEKAL"

SOBAT, setan adalah musuh besar Yesus. Sikapnya selalu menentang setiap perahmatan untuk seterusnya dan selanjutnya. Iblis ini hadir terus dalam diri manusia yang membuat manusia lebih memilih kegelapan daripada terang, memilih tidak melihat daripada dibuka matanya. Dan ini dia lakukan dengan sadar dan sengaja. Penyebab sikap sedemikian ini adalah karena manusia malu, 'takut kalah', termasuk kalau yang mengalahkan itu adalah kebenaran Allah sendiri. Kesombongan adalah penyebab lain. Bagi manusia yang dikuasai iblis, lebih baik sesat, terus sesat, daripada mengakui salah, minta maaf dan berbalik arah dan memilih jalan lain, jalan baru, jalan berdamai dengan Allah yang kuasaNya jauh lebih tinggi. Ia tidak mau memilih untuk rendah hati, mengakui kesalahan. Dan beginilah keadaan orang yang sudah dikuasai semangat setan, sulit merendahkan diri, bertahan dengan kemauannya sendiri kendati terang sekali bahwa ia sudah salah dan kalah. Setan tidak mau pengampunan apalagi mohon ampun. Dan dia akan terus memperbudak manusia, dan membuat manusia ambil sikap serupa dengan dia: jangan minta ampun, apapun yang terjadi, jalan terus saja. 
Hanya limpahan rahmat istimewa, dengan pengusiran setan terlebih dulu, lewat doa dan puasa, dapat mengubah sikap beku, keras membatu, bagi yang sudah menolak Roh Kudus itu.

Marilah Berdoa:

Allah yang mahakuasa, bantulah kami dengan rahmatMu agar mampu hidup rendah hati serta mengakui Engkau adalah yang berkuasa atas manusia. Beri kami sikap tegas melawan godaan iblis.

Terimakasih pula ya Tuhan untuk hari baru ini. Semoga dalam menjalankan aktifitas kami sepanjang hari ini, kami luput dari godaan setan. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga berkat Allah yang mahakuasa, menyertai dan melindungi kita sepanjang hari ini : DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Minggu, 21 Januari 2018

Renungan: Minggu, 21 Januari 2018

Selamat Pagi. Selamat Hari Minggu. Hari ini Minggu, 21 Januari 2018. Hari Minggu Biasa III. Injil: Mrk.1:14-20.

"BERTOBATLAH KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT"
SOBAT, Penginjil Markus menggambarkan soal warta kelegaan dinyatakan dengan kedatangan Kristus. Ia datang, mengajar, menyembuhkan dan memanggil murid - murid untuk mengabarkan pada banyak bangsa bahwa Tuhan sudah datang membawa kenyamanan, kesegaran dan kelegaan hidup. 
Kerajaan Surga atau " Kuasa Raja Surga", yaitu Allah, sudah hadir di tengahmu, menggantikan kuasa kegelapan. Ajakan Tuhan adalah tinggalkan dosa, carilah Kuasa Allah yang sudah datang dan berlindunglah kepadaNya. Inilah anjuran dan ajakan untuk bertobat, untuk memilih Tuhan, tidak lagi memilih dan menghidupi kehidupan yang penuh bayangan dosa, dimana kegelapan dibiarkan merajalelah dan menguasai hidup manusia, membuat manusia tertekan dan berbeban. Terimalah kabar gembira dimana Allah membebaskan kita dari perbudakan kuasa jahat berpindah pada Kerajaan Terang, karena Allah telah menegakkan kuasaNya di dunia. 
Bersama Yesus, kita akan mengalami penyembuhan lahir - batin. Setan diusir, dosa diampuni, akibat dosa seperti derita sakit dan kuasa maut disingkirkan. Mari memilih jalan hidup baru dimana Allah merajai dan menjaga kita dari serangan dosa dan kejahatan, membebaskan kita dari beban berat hidup yang meletihkan, dan menghantar kita ke rumput hijau, ke air yang tenang serta menyegarkan kita.
Marilah Berdoa:
Ya Allah, kebaikanNu sungguh nyata. Dalam Kristus Engkau datang menyelamatkan kami. Jagalah kami agar selalu hidup dalam terang cahayaMu, dan jangan biarkan kami lagi hidup dalam kegelapan.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami dapat mengisi hari ini dengan sukacita karena sadar bahwa Engkau ada beserta kami. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoa kita dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Sabtu, 20 Januari 2018

Renungan: Sabtu, 20 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 20 Januari 2018. Pekan Biasa II. Bacaan Injil: Mrk.3:20 -21
"KATA MEREKA IA TIDAK WARAS LAGI"
SOBAT, Yesus tidak menggunakan "sukses"-Nya menjalankan kehendak Allah untuk jadi populer di tengah masyarakat. Ia berani menentang para penguasa, berani menentang kebijaksanaan para pembesar rakyat, apalagi dalam soal hari Sabat. Dengan tegasnya Yesus mengungkapkan bahwa mentaati hukum tapi tidak menolong orang, tidak menyembuhkan orang, itu adalah jahat. Karena itu Dia dimusuhi banyak pembesar negeri dari kelompok Farisi pun Herodes. Bahkan sepakat untuk membunuh Yesus. Kawatir dan cemas akan keadaan ini, saudara - saudari Yesus sendiri datang dan menyampaikan bahwa Dia sudah tidak waras, untuk meluputkan Yesus dari kebencian dan kemarahan banyak orang. Apalagi karena kumpulan banyak pendosa harus mengikuti Dia terus, sampai Dia lupa makan. 
Tapi Yesus tidak mempedulikan pendapat dunia yang mengatakan bahwa Dia tidak waras, kalau soalnya adalah melaksanakan kehendak Allah. Inilah soal tugas kenabian. Yang berani mempertaruhkan nama, keamanan dan hidup demi kebenaran. Apa boleh buat kalau demi kebenaran, demi dan untuk hal yang benar dan adil, untuk memperjuangkan hidup banyak orang, untuk melayani tanpa minta balas, untuk kehilangan waktu istirahat demi pelayanan, untuk terganggunya keamanan pribadi, kita dikatakan tidak waras. Allah mengingatmu dan angkat jempol untukmu. Amin.
Marilah Berdoa:
Allah yang mahabaik, kuatkan kami terus dengan anugerah Roh Kudus agar kami tidak memperdulikan apa kata dunia tentang kami, tapi selalu memperdulikan kehendakMu semata. Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami dapat menjalani aktifitas kami hari ini dengan setia selalu pada titahMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita dilindungi dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa untuk karya kita hari ini :DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Renungan: Jumat, 19 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Jumat, 19 Januari 2018. Pekan Biasa II. Bacaan Injil: Mrk.3:13-19.

"YESUS MENETAPKAN DUABELAS ORANG MENYERTAINYA"

SOBAT, dengan memilih dua belas orang menyertaiNya seperti dikatakan Injil hari ini, Yesus bermaksud membentuk Israel baru. Kedua belas suku Israel diwakili keduabelas rasul. Dan Yesus menjadi kepala. Dalam hal panggilan menjadi rasul ini, orang tidak menuntut apa - apa, khususnya menuntut diistimewakan. Sama seperti dalam hal ciptaan. Dari kekosongannya manusia tak bisa mengandaikan jadi begini atau begitu. Hanya menunggu sampai Tuhan berkenan memanggil untuk JADI dan HIDUP. Penciptaan, hidup atau panggilan itu adalah anugerah yang diberikan Allah secara cuma - cuma. Karena itu orang tidak mengambil kehormatan itu hanya untuk dirinya sendiri. Tapi semua digunakan sesuai maksud dari Dia yang memanggil. Bukan dijadikan alasan untuk mengejar ambisi dan kehendak pribadi. Seperti tadi: ambisi untuk diistimewakan, ambisi menguasai orang, ambisi ingin dihormati dan dihargai karena dipanggil khusus, ambisi mengejar kepentingan dan keuntungan pribadi dan masih banyak lagi. Orang dipilih jadi " rasul" harus hidup bersama Yesus, menyertai Dia , diutusNya dan diberi kuasa untuk mengusir setan. Jadi, kuasa yang diterima adalah kuasa mengusir setan, musuh terbesar Yesus. Bukan kuasa menakut - nakuti orang atau mengancam orang, bukan kuasa menggunakan fasilitas yang ada secara seenaknya, bukan kuasa menuntut keistimewaan tertentu, bukan kuasa mengatur diri seenaknya sendiri, tapi kuasa mengusir iblis yang telah membuat banyak orang jadi tak berdaya dan hidup serampangan. Inilah pelayanan, yang senantiasa harus diperjuangkan seorang rasul.
Marilah Berdoa:
Allah maharahim, kehendakMu bagi kami adalah pergi dan mewartakan KerajaanMu. Jadikanlah kami pewarta - pewarta setia yang senantiasa taat padaMu. 
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami dapat menjalani tugas dan kegiatan hari ini dengan gembira karena penyertaan berkatMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita semua selalu dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Kamis, 18 Januari 2018

Renungan: Kamis, 18 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Kamis, 18 Januari 2018. Pekan Biasa II. Injil: Mrk.3:7-12.

"BANYAK ORANG MENGIKUTI DIA"
SOBAT, kabar bahwa Yesus mengajar dengan penuh kuasa, berbuat baik, menyembuhkan orang, membuat mujisat menarik banyak orang. Karena itu orang mau menempuh perjalanan jauh datang kepadaNya. Gemuruh sorak sorai pasti mewarnai pertemuan itu. Tapi Yesus tak mau tenggelam dengan sukaria orang banyak. Ia ingin agar apa yang Dia lakukan semata - mata mau menggiring manusia sampai pada pengakuan iman akan Allah Bapa di surga yang menyelamatkan. KepadaNyalah semua orang berharap. Inilah kata injil hari ini.

Kiranya Yesus memberi kita teladan. Kita harus wartakan keselamatan Allah itu dalam kesaksian hidup kita. Kita wajib wartakan bahwa Allah mahabaik dan ingin menyelamatkan manusia. Kita diharuskan mewartakan Kristus, Putera Allah yang menjadi Penebus dan Pengantara pada Bapa. Dan dalam tugas pewartaan dan pelayanan ini kita diminta hati - hati. Satu saat kita mengalami dipuji dan dipuja banyak orang, cara kita bicara diidolakan banyak orang, kita disanjung karena penampilan kita, kita sering mendengar bahwa banyak orang terkagum-kagum dengan cara bicara kita, penampilan kita jadi buah bibir, pemberian diri kita ditunggu - tunggu banyak orang bahkan sampai antri. Semua itu bisa menjadikan kita lupa diri, karena pada akhirnya bukan Allah lagi, bukan Yesus lagi yang kita wartakan, tapi diri sendirilah yang kita wartakan. Serungkali Allah menjadi kabur karena kepopuleran kita sendiri.
Marilah Berdoa:
Allah yang mahakuasa, bantulah selalu kami semua agar mampu menjadi pewarta karya keselamatan yang selalu berkenan padaMu. Jauhkan dari diri kami mendewa-dewakan keunggulan dan kehebatan kami.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami menjalani aktifitas kami hari ini dalam kesetiaan penuh kepada kehendakMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita semua dalam menjalani aktifitas kita di hari ini, dilindungi selalu oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...