Kamis, 25 Januari 2018

Renungan: Selasa, 23 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Selasa, 23 Januari 2018. Pekan Biasa III. Bacaan injil: Mrk.3:31-35.

"BARANGSIAPA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH, DIALAH SAUDARAKU"

SOBAT, dalam injil dikisahkan saudara - saudara Yesus menunggu di luar hendak bertemu. Tapi ternyata tidak penting bagi Dia. Mereka itu adalah saudaraNya dari Nasareth. Bahkan ada juga ibuNya sendiri. Betapapun Yesus sebagai manusia mengakui hubungan keluarga , bahkan menjunjung tinggi ibuNya, namun sebagai Penyelamat dunia Ia harus mengatakan bahwa ikatan ini bukan yang menentukan. Ikatan keluarga ini bukan yang istimewa. Di jalan keselamatan ikatan keluarga dipandang dalam hubungan dengan Bapa di surga.
Banyak orang merasa bangga, bisa menjalin persaudaraan karena pernikahan dengan keluarga orang berada, punya kedudukan tinggi. Betapa menyenangkan disebut dan diakui masih saudara dengan orang terpandang. Tapi dalam injil hari ini Yesus mengarahkan mata kita pada kebangsawanan sejati dengan Allah di surga. Di situ relasi terjadi bukan lewat darah dan keturunan tetapi inilah relasi yang bisa diusahakan. Orang dapat menjadi saudara Yesus dengan berbagi semangat denganNya, dengan mengenakan RohNya, yang mengarahkan langkah - langkah kita manusia pada pelaksanaan kehendak Bapa. Perbuatan dan kesatuan dengan RohNya dalam ikatan cinta dengan Bapa, lebih menentukan dari pada hubungan darah dan daging, yang belum mengangkat jiwa manusia. Jadi, siapa saja yang melakukan kehendak Bapa di surga, itulah yang disebut anak Allah, saudara Yesus Sang Putera. Dan itulah kita sekalian.
Marilah Berdoa:
Allah yang maharahim, berikanlah kami RohMu agar dengan keyakinan teguh dapat menjalin persaudaraan dengan Yesus yang miskin, yang tak memiliki keistimewaan dunia, hanya mengandalkan kesetiaan pada melaksanakan kehendak Allah.
Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga kami boleh menjalani tugas dan karya kami hari ini dengan jiwa dan semangat Yesus sendiri, yang melakukan segala sesuatu menurut kehendakMu. Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Semoga hari ini dalam menjalani aktifitas kita, berkat Allah senantiasa melindungi kita semua: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...