Kamis, 25 Januari 2018

Renungan: Rabu, 24 Januari 2018

Selamat Pagi. Hari ini Rabu, 24 Januari 2018. Pekan Biasa III. Peringatan Wajib SANTU FRANSISKUS DE SALES. Uskup dan Pujangga Gereja. Bacaan Injil: Mrk.4:1-20. 
"PENABUR KELUAR UNTUK MENABUR DAN TUMBUH BERMACAM-MACAM BENUH".

SOBAT, Fransiskus dari Sales dulunya dikenal sebagai seorang imam yang memiliki otak cemerlang. Ia studi keras dan mencapai gelar Ahli Hukum. Sebagai imam, dia penuh cinta dan perhatian serta bertanggung jawab atas pelayanannya. Ajaran iman yang benar dia wartakan lewat tulisan - tulisannya yang membuat banyak orang yang telah sesat kembali bertobat. Karya ini dia tetap lanjutkan saat dia diangkat menjadi uskup. Semboyannya adalah kelembutan dan kerendahan hati. Dia adalah orang pertama yang menyampaikan warta injil lewat Surat Kabar. Karena itu setelah dia meninggal dia diangkat menjadi pelindung para wartawan.
Santu Fransiskus de Sales, doakanlah kami. Amin.

Sobat, Injil hari ini berkisah soal perumpamaan tentang seorang Penabur yang menaburkan benih dan tumbuh benih berbeda - beda. Maknanya kita bisa kongkritkan dalam hidup kita sekarang. Seperti:
MENABURKAN BENIH, atau menaburkan firman. Bisa dalam khotbah, pelajaran khusus, tapi juga dalam percakapan harian, lewat media massa, radio, tv, buku, koran, atau alat komunikasi lainnya. Semua kita manfaatkan untuk tujuan pembangunan manusia yang berakhlak mulia, beriman pada Tuhan. Bukan merusak.

BENIH YANG JATUH DIPINGGIR JALAN, tapi dimakan burung. Itu orang yang dirampas kebebasannya untuk ambil waktu memikirkan sesuatu. Warta firman serba dangkal dalam hidupnya, tak ada yang dibiarkan melekat dan meresap jadi keyakinan. Tak ada waktu mengolah firman. Tapi mengolah kepentingan dunia banyak waktu.
BENIH YANG JATUH DI TANAH BERBATU-BATU. Benih atau firman memberi sedikit kemungkinan berakar. Tapi firman disambut sejauh jadi 'hiburan', cepat menguap dan mati. Tak ada pesan firman yang bertahan dalam hati, karena tidak tekun merenungkan firman. Hanya tekun merenung soal cari keuntungan dunia.
BENIH YANG JATUH DI SEMAK DURI. Tertanam firmannya, tapi pengaruh dunia menghimpit sehingga firman tak berbuah dalam hidup, karena orangnya sibuk mengejar urusan dunia.
DITABUR DI TANAH YANG BAIK. Benih tumbuh dan berbuah. Dia adalah orang yang berkeyakinan kuat, imannya dalam, cari hidup dengan doa. Hidup kesehariannya menyenangkan, bicaranya bermutu, bekerjanya bertanggung jawab, beres, jujur dan bersih. Pada gereja dan pada masyarakat mereka tidak bertanya sudah diberi apa atau sudah dapat apa, TETAPI mereka dapat menyumbangkan apa-apa demi kesejahteraan bersama. Kesetiakawanan sosial mereka tinggi. Pada mereka, benih yang ditaburkan menghasilkan tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, seratus kali lipat.
Marilah Berdoa:
Allah yang maharahim ciptakanlah hati kami kembali agar sanggup menjadi tempat yang baik untuk tumbuhnya benih FirmanMu, sehingga hidup kami selalu berkenan padaMu dan pada sesama.

Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga kami mendapatkan rahmatMu dalam usaha kami hari ini. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga Allah melindungi kita dalam menjalani aktifitas kita di hari ini dengan berkatNya berlimpah: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...