Sabtu, 27 Januari 2018

Di Jiko, Yubileum 150 Tahun Keuskupan untuk Umat Paroki Modoinding Resmi Dibuka

Pastor Paroki, Frater Pastoral bersama DPP, DPS Paroki Modoinding dan
umat Stasi Jiko usai acara pembukaan dan pelantikan panitia
Yubileum 150 Tahun Keuskupan Manado
Umat Paroki Sta. Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding hari ini, Sabtu (27/1) merayakan Misa Syukur untuk membuka Perayaan Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik Bertumbuh Kembali Di Keuskupan Manado secara khusus di paroki Modoinding. Perayaan yang diikuti oleh umat dari 12 Wilayah Rohani di pusat paroki dan seluruh  stasi di Paroki Modoinding dilaksanakan di Stasi Jiko Paroki Guaan dengan sepengetahuan dan izin terlebih dahulu dari pastor paroki setempat.

Umat Paroki Modoinding memadati halaman depan gereja
stasi Jiko saat perayaan karena ruang dalam gereja penuh 
Sengaja kita memilih Stasi St. Agustinus Jiko sebagai tempat kita mengadakan perayaan syukur saat ini bukan untuk maksud pasiar, tetapi terlebih karena kita ingin menunjukkan sikap solider kita sebagai umat beriman, sekaligus untuk membawa dan membagi semangat serta kegembiraan kita umat paroki Modoinding bersama umat di stasi ini,” kata Pastor Paroki Modoinding, Pastor Feighty Boseke, Pr saat mengawali Misa Syukur. Beliau melanjutkan bahwa sikap solider dan semangat untuk saling membagi kegembiraan iman merupakan sikap yang dituntut dari Aksi Puasa Pembangunan (APP) keuskupan Manado tahun ini dan yang juga diharapkan dari Perayaan Yubileum 150 Tahun Umat Katolik Kembali dan Berkembang di Keuskupan Manado. Ia menambahkan bahwa misa syukur saat ini akan menjadi pembuka Perayaan Yubileum tersebut khusus untuk umat Paroki Modoinding.  “Kita hadir di sini sekaligus juga untuk membuka secara khusus di paroki kita, perayaan Yubileum 150 Tahun Umat Katolik Kembali dan Berkembang di Keuskupan Manado,” ungkapnya.

Pastor paroki bersama sebagian pimpinan umat Paroki
Modoinding dan Panitia Lokal Perayaan Yubileum
Saat homili, Pastor Feighty mengurai SEMANGAT SOLIDER dan SIKAP RELA BERKORBAN yang harus dimiliki dan ditumbuhkan dalam hidup bersama.  Ketika jauh-jauh mau hadir di tempat ini dan rela meninggalkan semua pekerjaan dan kesibukan harian, menurut pastor, kita sesungguhnya telah memiliki semangat solider dan rela berkorban. Jangan sampai dalam kebersamaan hidup beriman, ada orang-orang yang tidak punya sikap solider dan kerelaan untuk berkorban. 


Umat Paroki Modoinding memadati  bangsal dan
halaman samping gereja stasi Jiko saat perayaan syukur
Pastor juga mengajak umat untuk menjadi umat yang SEMAKIN BERIMAN. Dalam Injil dikisahkan tentang Yesus yang menghardik angin ribut dan ombak, dan danau pun menjadi tenang. Pastor mengatakan bahwa  dalam hidup kita, banyak juga angin ribut dan ombak yang sering kita hadapi. Banyak goncangan, tantangan, beban berat  dan kecemasan yang kita alami. Tetapi sadarilah bahwa Yesus selalu ada dekat. Ia ada di samping, merangkul kita dan penuh kasih berucap, “Jangan takut. Aku ada di sini. Bersamamu.” Pastor berharap  dengan sikap solider, rela berkorban dan hidup yang semakin beriman kita akan bisa berjalan bersama sebagai umat separoki dalam terang Yesus Kristus.

Pastor Paroki,  frater pastoral bersama pimpinan
Umat & Panitia Lokal siap mensukseskan Yubileum 
Pada perayaan itu, pastor Feigty juga melantik Panitia Lokal di stasi-stasi di Paroki Modoinding dalam rangka Perayaan Yubileum 150 Tahun Umat Katolik Keuskupan Manado. Beliau mengingatkan kembali akan tema dan sub tema tahun Yubileum. Sebagai tema diambil dari Mazmur 8:10 “Betapa Mulia Nama-Mu ya Tuhan di seluruh bumi." Sub Tema:  “Dengan Semangat Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Manado berjalan bersama dalam terang Yesus Kristus.” 

Pemandangan Desa Jiko dan pelabuhan tampak dari depan
Gereja Stasi St. Agustinus Jiko

Seperti kita ketahui, Yubileum 150 Tahun Keuskupan Manado dicanangkan oleh uskup Manado, Mgr. Benediktus Rolly Untu, MSC di Stasi Kema Paroki Lembean pada tanggal 14 September 2017 pada Pesta Salib Suci. Dicanangkan di Kema tepat tanggal 14 September karena menjadi kenangan 150 tahun silam, di tempat dan tanggal itu di tahun 1986, Pater Johanis de Vries  mendarat dan memulai rangkaian pembaptisan. Pelbagai program dan kegiatan akan dibuat selama tahun Yubileum, seperti diungkapkan Pastor Kris Ludong saat memberikan sosialisasi pada pimpinan umat Kevikepan Stella Maris di paroki Modoinding, Kamis (18/1). Perayaan Puncak Yubileum akan dilaksanakan tanggal  9-14 September 2018.(sek)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...