Sabtu, 24 Februari 2018

"PERGI BERDAMAI DULU DENGAN SAUDARAMU, SESUDAH ITU BARU MEMBAWA KURBAN" (Mat. 5:20-26)

Selamat Pagi. Hari ini, Jumat, 23 Februari 2018. Pekan Pra-Paskah Pertama. Injil: Mat.5:20-26.
SOBAT,Banyak orang yang membiarkan jaringan permusuhan tetap bercokol dalam hati seperti: marah, dendam dalam hubungan dengan sesama, lalu dengan rasa aman , tidak merasa ada halangan, maju dengan gagahnya mempersembahkan 'kurban'. Dalam diri penuh amarah dan dendam kesumat lalu mengerahkan 'persembahan'atau korban banyak dan diterima baik oleh Imam serta dihormati banyak orang. Tetapi penilaian Tuhan bagi dia menjadi lain. Penilaian Tuhan yang melihat jauh ke dalam hati tetaplah yang menentukan. Tuhan melihat sengketa, permusuhan, dendam dan kebencian di dalam hati, dan tuntutan Tuhan keras : berdamai dulu baru kemudian berkorban. Tapi banyak orang tidak menghiraukan hal ini, karena ia pikir toh cuma Tuhan yang tahu, peduli apa? Merayakan korban jalan terus. Manusia sering tidak menyadari akibatnya. Beragama hanya mementingkan tata lahir saja tetap kering, tidak mengisi, satu ketika jadi membosankan akhirnya ditinggalkan. Bertobat dan damai dengan Tuhan dan sesama adalah inti Kerajaan Allah. Banyak orang bisa berdoa, berlutut dan memejamkan mata dengan sempurna, tangan terkunci rapat, dia minta korban misa dengan pemberian besar yang cukup membelalakkan mata, TAPI hatinya tetap jauh, tidak berdamai, tak tersentuh cinta dan belaskasih, tidak terisi oleh Tuhan. Permohonannya tidak sampai pada Allah, tidak dikabulkan, sebab tetap dalam hati dia memelihara kebencian pada sesama saudara seperti pada Kain saudara Habel. Masa Pra-paskah adalah kesempatan terbaik untuk mengusahakan damai dan pengampunan. Dengan begitu Tuhan akan selalu berkenan dengan persembahan dan korban kita.

MARILAH BERDOA:
Allah yang mahakuasa, berkenanlah selalu mendampingi hidup kami agar senantiasa terisi oleh hati yang rela, hati yang penuh damai dan pengampunan agar relasi baik kami dengan Bapa dan sesama tetap terpelihara. 
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami bisa menjalani semua rencana, maksud hati dan kerja kami hari ini dalam suasana bahagia karena penyertaanMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita diberkati dan dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Paroki Modoinding, Pst. Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...