Sabtu, 03 Maret 2018

"ADA JURANG YANG TAK TERSEBERANGI" (Luk. 16:19-31)

Selamat Pagi. Selamat Datang Bulan Baru. Hari ini Kamis, 1 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.16:19-31.

SOBAT, sering kita terkecoh dengan hidup kita di dunia ini. Banyak kali kita hidup saling menyayangi, bersahabat dan menikmati dimanja oleh orang yang kaya. Kalau sudah begitu, kita tidak melihat lagi si Lasarus, yang dilalaikan oleh orang kaya itu. Kita sudah sulit berpikir untuk menyadarkan bahwa si kaya itu mampu dan dapat serta wajib mengubah nasib Lasarus yang miskin itu. Yang terjadi, terciptalah hukum " PANDANG MUKA". Yang kaya akan dihormati, diberi perlakuan istimewa dan menjadi semakin 'manja' karna minta terus diberi perhatian. Ia bisa meninggikan diri dan merasa dirinya kebal hukum, bisa merampok dan merampas, dibiarkan saja, tidak ditindak, karena ia berkuasa dengan uangnya. Dalam segala hal ia menjadi semakin kaya. 

Si miskin adalah yang gampang diatur dan diperintah :" berdiri di sana"!, hanya karena pakaiannya buruk, muka pucat, perut lapar dan bisa juga seenaknya disuruh "kamu duduk di lantai saja". Si miskin itu adalah mereka yang gampang diminta dan disuruh menunggu, dikata-katai walau sudah kerja bagus, gampang dilempari ungkapan : 'dasar bodoh' atau kurang berpendidikan. Bahkan kendati lurus, dia bisa dilempari kata - kata : 'gila'. Dengan begitu si miskin menjadi semakin miskin tanpa ada yang membela. Disinilah jurang pemisah itu. Dan kita lain kali tak menyadari telah menciptakan jurang pemisah itu. 

Maka, seperti kata Injil hari ini mari kita selalu memohon rahmat dari Allah untuk menyentuh dan membuka hati mereka 'yang kaya'. Karena ini adalah tugas kita semua : dalam doa permohonan, dalam berpuasa, bermatiraga, agar dunia si kaya mendapatkan terang, memperoleh kesadaran bahwa dalam hatinya ada jurang terngangah. Hanya sejauh ia menutup jurang pemisah dengan Lasarus si miskin itu, maka jurang tak terseberangi itu dapat dijembatani.


MARILAH BERDOA:
Allah yang maharahim tiliklah kami di masa puasa dan pantang kami ini, agar punya perhatian untuk memihak yang miskin, kecil dan sederhana. Tolong kami diberi kekuatan untuk membantu mereka.
Terimakasih pula untuk hari baru ini, bulan yang baru ini. Semoga dalam kegiatan kami hari ini, belaskasihMu akan nampak dalam seluruh karya kami hari ini. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita semua selalu dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (Sumber: renungan harian Pastor Paroki Modoinding, Pst. Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...