Sabtu, 03 Maret 2018

"MEMBERIKAN NYAWA SEBAGAI TEBUSAN BAGI BANYAK ORANG" (Mat. 20:17-28)

Selamat Pagi. Hari ini Rabu, 28 Februari 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Mat.20:17-28
SOBAT, ada tiga kali berturut - turut Yesus meramalkan sengsaraNya. Tapi para muridNya seakan tak peduli. Sekali Ia ditolak mentah - mentah oleh Petrus. Lain kali mereka hanya menjadi sedih, enggan bertanya atau bicara. Ketiga kali ada reaksi tapi jelas menunjukkan kebodohan mereka. Betapa sedih Yesus merasakannya. Memang Yesus tidak mengandalkan sesuatu dari manusia....dan kalau manusia minta kedudukan, Yesus menawarkan cawan kesengsaraan. Akhirnya, Yesus sajalah yang sendirian memberikan nyawa, jadi tebusan bagi banyak orang.

Karena itu di masa Pra-Paskah ini kita perlu minta kekuatan dan terang Roh untuk mengerti akan tabir kesengsaraan Yesus. Kalau Yesus menjadi tebusan maka kita dapat sekedar ikut ' menebus'. Pertama - tama mulai dari diri kita sendiri dengan lebih banyak menguasai diri, menguasai hal - hal yang selama ini mempermainkan hati kita, hal - hal yang menggelapkan budi kita, yang membakar rasa dan emosi sehingga banyak kali memunculkan dendam dan amarah. Kita dapat ikut menebus dengan mulai lagi bertindak sabar pada orang lain, mau mengampuni, membela dan melayani dalam semua bentuk pelayanan cinta kasih yang tak ada habisnya. Kita dapat ikut menebus di bidang keadilan dan kejujuran, membantu agar banyak orang tidak silau akan harta dunia, serta ikut mempersembahkan derita - derita kecil kita dalam penderitaan agung Kristus Sang Penebus.
Salib memang sulit, tapi itulah yang dipergunakan Yesus untuk menebus manusia, BUKAN pangkat atau kedudukan atau kekayaan.

MARILAH BERDOA:
Allah yang maharahim, kami mohon agar memberi kami RohMu untuk membuat kami memahami salib dan sengsaraMu sebagai sarana keselamatan. Pengorbanan adalah sarana menyelamatkan banyak orang. 
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami selalu dituntun oleh berkat dan perlindunganMu dalam menjalankan aktifitas kami di hari ini. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita diberkati oleh Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (Sumber: renungan harian Pastor Paroki Modoinding, Pst. Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...