Minggu, 18 Februari 2018

"APA GUNANYA SESEORANG MEMILIKI SELURUH DUNIA KALAU RUGI BAGI DIRI SENDIRI" (Luk. 9:22-25)

Selamat Pagi. Hari ini Kamis, 15 Februari 2018. Kamis sesudah Rabu Abu. Masa Prapaskah. Bacaan Injil: Luk.9:22-25.
SOBAT, Kejatuhan manusia dalam dosa sering terjadi karena keserakahan. Dia bisa memiliki segalanya, tapi ia kehilangan sesuatu yang amat penting yaitu hidup yang sejati. Hidup yang akan berlanjut setelah hidup di dunia ini. Dalam injil hari ini Yesus berucap:" barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya". 
Karena perjuangan Yesus tidak berakhir dengan maut di dunia, tetapi Ia menyambungnya dengan kehidupan kekal di surga. Karena itu seorang prajurit Yesus tak perlu takut kehilangan nyawanya, tak perlu takut kehilangan sesuatu yang telah dicarinya di dunia ini, tak perlu takut kehilangan kehormatannya, tak perlu takut kehilangan jabatannya, kehilangan pesona dunianya karena dia lebih mengutamakan hidup sejati yang akan dia dapatkan setelah beralih dari dunia yang akan diberikan Allah. Apa gunanya memiliki segalanya kalau hidupmu, cara hidupmu, membuat engkau miskin di hadapan Allah, miskin dalam perhatian pada orang lain, miskin dalam membangun solidaritas dengan sesama ?

Yesus minta kita untuk menjaga hati dan jiwa agar tetap kaya di hadapan Allah, dan inilah artinya kehilangan nyawanya di dunia karena memelihara nyawanya untuk surga kelak. Yesus akan memuji bahagia orang ini dan hidup bersama Yesus selamanya. Kehilangan harta, nama, kehidupan dan kebahagiaan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehidupan dan kebahagiaan, yang diperoleh dari Yesus untuk selamanya. Inilah perjuangan memikul salib dan menyangkal diri. Semua usaha kita di dunia ini adalah bekal untuk hidup abadi. Semua karena pemberian Tuhan maka gunakan untuk kepentingan Allah termasuk kepentingan orang lain pula. Semua jangan mengikat kita seakan tak bisa melepas kita, pulang pada Allah dengan telanjang.


MARILAH BERDOA:
Allah yang mahakuasa, kuatkan kami dengan anugerah RohMu, agar mampu memaknai masa tobat ini sebagai kesempatan menata kembali jalan kami untuk bersatu denganMu.
Terimakasih pula untuk hari baru ini, untuk masa prapaskah ini, semoga hari ini, niat kami untuk lebih beriman dan bersolider dalam hidup bersama, dibantu rahmatMu dalam mewujudkannya. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga hari ini, dan seluruh karya karsa kita sepanjang hari ini dilindungi dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...