Selamat Pagi. Hari ini, Selasa, , 30 Januari 2018. Pekan Biasa IV
SOBAT, dalam hati Yesus yang penuh kasih, derita manusia besar atau kecil semua ditanggapiNya. Ini terlihat jelas dalam bacaan injil hari ini. Saat seluruh perhatian rakyat tertuju pada peristiwa besar dimana anak seorang pemimpin terkemuka, Yairus, yang sakit keras dan akhirnya meninggal, perhatian Yesus tertuju juga pada orang dipinggir jalan yang menderita, tapi dengan malu-malu menyembunyikan penyakitnya dan dengan kepercayaan yang teramat besar sembuh dari sakitnya walau hanya menyentuh jumbai jubah Yesus. Si wanita yang sudah sekian lama menderita sembuh juga kendati dia pikir tak akan ada yang tahu termasuk Yesus. Karena itu dia heran dan bersyukur ternyata kesembuhannya diketahui Yesus juga. Yesus punya perhatian terhadap yang kecil, terhadap penderitaan yang tersembunyi maka kataNya kepada wanita itu yang takut dan gemetar: " Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau". Baru kemudian Yesus ke rumah Yairus. Ditandai dengan wibawa dan kuasa, dihadiri orang tua dan banyak saksi, Yesus membuktikan kuasaNya atas hidup dan mati dengan menghidupkan kembali puteri Yairus. Jadi karya belaskasih Allah berlaku tanpa ada pembedaan. Terbuka atau tersembunyi. Resmi atau tidak resmi. Pada orang terkemuka atau rakyat kecil, belas kasih Tuhan tak dibedakan. KasihNya dinyatakan sama rata. Tidak seperti banyak orang saman sekarang ini yang lebih banyak berbelaskasih pada orang lain, asal ada yang melihat, asal orang itu terkemuka atau terkenal, asal dia berwibawa, asal dia terhormat, asal dia punya kekayaan lebih. Banyak pembedaan yang kita buat dalam mewujudkan solidaritas dan kesetiakawanan pada sesama. Anehnya banyak yang memilih solider dan setia kawan dengan yang terpandang dan terkemuka, dari pada yang terkebelakang dan kurang dikenal.
MARILAH BERDOA:
Allah yang maharahim, bantulah kami sekalian agar dalam membantu dan memperhatikan sesama, senantiasa tidak membeda - bedakan status sosial orang lain, tapi memperhatikan sesama dengan sama rata, sama rasa.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga hari ini dalam menjalani aktifitas kami, kami semakin berkenan padaMu dan pada sesama kami. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga berkat Allah selalu menyertai dan melindungi kita hari ini: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar