Rabu, 31 Januari 2018

"IA MERASA HERAN ATAS KETIDAKPERCAYAAN MEREKA" (Mrk.6:1-6)

Selamat Pagi. Hari ini Rabu, 31 Januari 2018. Pekan Biasa IV. Peringatan Wajib SANTU YOHANES BOSCO. 

SOBAT, Yohanes Melkior Bosco, lahir dari orangtua yang sangat sederhana. Walau demikian Yohanes Bosco tetap dimasukkan ke sekolah pilihan orangtuanya. Sampai pada satu ketika ia menjadi Imam. Sebagai Imam, dia mengabdikan pelayanannya bagi pendidikan kaum muda, terlebih dalam lingkungan mereka yang miskin. Dapur rumahnya bahkan dijadikan ruang khusus bagi para kaum muda terlantar agar dididik menjadi manusia - manusia berguna. Salah satu muridnya bahkan menjadi orang kudus yaitu Santo Dominiko Savio. Yohanes Bosco juga mendirikan kongregasi para Imam Salesian. Meninggal tahun 1888, Yohanes Bosco pun dinyatakan suci kelak oleh Paus Pius XI.
SOBAT,
Dalam bacaan Injil hari ini disampaikan bahwa Yesus mengungkapkan keheranannya atas ketidak-percayaan orang-orang di lingkunganNya sendiri. Di lingkungan keluargaNya sendiri. Mereka sudah banyak kali melihat Karya Yesus, mujisatNya, cinta dan perhatianNya tapi mereka tetap acuh bahkan menganggap bahwa Yesus itu tak ada apa-apanya. Sudah biasa bersama Yesus sebagai saudara sekampung mereka tidak mau menaruh harapan yang bukan-bukan padaNya. Di lingkunganNya sendiri Yesus kurang menemukan iman. Yang beriman justru orang-orang kecil, orang - orang luar, tak terpandang, mereka yang banyak tersingkir dari pergaulan dengan masyarakat lain. Pengalaman Yesus ini terulang di sepanjang sejarah gereja. Kita diandaikan bekerja, berusaha, mengadakan perhitungan dan penelitian dalam mengatur hidup serta membangun dunia, dan menyehatkan ekonomi kita. Yang mengherankan bahwa dalam usaha ini banyak kali kita menganggap Yesus tidak berfungsi sama sekali. Kita tidak percaya , bahwa menyebut, mengimani nama Yesus, bisa mengubah apa - apa dalam dunia dan hidup kita. Karena itu banyak kali yang kita lakukan tidak diarahkan pada kedamaian dan keselamatan. Karena membangun hidup yang banyak kali tanpa disertai Tuhan karena ragu - ragu, kurang percaya atas penyelenggaraanNya maka kita bisa menumbuhkan benih - benih kehancuran, kebinasaan lahir dan bathin, karena kekuatan Allah tak ikut serta, karena kita bergerak lepas dari tangan Tuhan yang menyelamatkan. Mari sekali lagi kita bangkit lagi, mengimani Dia dengan tulus dan mantap, Dia pasti akan menyelamatkan, Dia pasti akan membebaskan, Dia pasti akan menganugerahkan rahmat dan cinta, Dia pasti akan menyembuhkan. Amin.

MARILAH BERDOA:
Allah Bapa, kuasailah kami dengan RohMu, agar selalu mengimani Engkau dan kuasaMu, sehingga kami tetap mengandalkanMu, dan tak pernah lepas daripadaMu apapun juga yang terjadi. 

Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga dalam menjalani aktifitas kami sepanjang hari ini kami tetap menjalaninya dengan penuh iman dan bakti. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita diberkati oleh Allah yang mahakuasa: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN.
Santu Yohanes Bosco, doakanlah kami. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...