Sabtu, 02 Desember 2017

Renungan: Senin, 6 November 2017

Pekan Biasa XXXI. Injil: Luk.14: 12-14.

"MEREKA TAK PUNYA APA-APA UNTUK MEMBALAS"

SOBAT,
Dalam injil hari ini kita mendengar amanat Yesus agar dalam perjamuan yang kita laksanakan, jangan mengundang saudara, teman dekat tapi undanglah yang miskin, cacat, buta, lumpuh, adalah salah satu bentuk pekerjaan baik yang menekankan segi tanpa pamrih. Mengundang diam - diam jangan sampai ada harapan minta dibalas. Membahagiakan orang atau sesama cukup Tuhan saja yang tahu. Bisakah?. Kalau kita " mengundang orang-orang pinggir dan tak punya apa-apa untuk membalas" disini Yesus mau menunjukkan sikap hati yang berbeda sama sekali. Bahwa orang atau diri sendiri sudah merasa amat berbahagia bila SUDAH membuat orang lain senang atau bahagia. Tanpa menghitung uang, tanpa harap imbalan, tanpa obral jasa, seseorang telah merasa bahagia bisa memberi karena lebih bahagia memberi daripada menerima. Orang mau memberi dengan sukacita karena senang melihat orang-orang lain tertolong dan kecukupan. Ini sebenarnya mentalita dan hati seorang kristen yang mau mengasihi sesama karena Kristus. Justru pada orang miskin, menderita, wajah Kristus nampak, minta bantuan. Dan berbahagialah orang yang menolong dalam kesesakan ini.


Marilah Berdoa:
Allah maharahim, berikan kami selalu rahmatMu agar mampu senantiasa tergerak hati untuk menolong sesama dalam susah sulit kehidupannya.
Terimakasih juga untuk hari baru ini semoga dalam menjalani aktifitas kami pada hari ini kami tak lupa untuk memberi perhatian pada mereka yang berkekurangan. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Semoga Allah melindungi kita dengan berkatNya berlimpah: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...