Pekan Biasa XXX. Peringatan SANTU KAROLUS BOROMEUS, Uskup.
Injil: Luk.14:1.7-11.
"YANG MERENDAHKAN DIRI AKAN DITINGGIKAN"
SOBAT,Masih usia muda, Karolus Boromeus telah menghembuskan nafas baru ke dalam kehidupan. Usia 22 tahun ia telah menjadi Kardinal dan Sekretaris Negara Vatikan yang saat itu bertahta Paus Pius IV. Karolus menjadi tokoh yang amat menentukan pada pelaksanaan Konsili Trente. Saat ditunjuk menjadi Uskup Milan dia juga sangat dikenal kebaikannya oleh banyak orang. Ia sungguh mengenal keuskupannya. Bahkan rela dan siap mengurus orang sakit di rumah sakit saat wabah pes melanda Milan. Karolus yang sebagai uskup telah berjasa besar bagi gereja meninggal dunia pada usia muda, 46 tahun, 3 November 1584. Ia kemudian menjadi pelindung para Uskup.
SOBAT,
Dalam injil hari ini Yesus mengetengahkan soal sikap merendahkan diri yang membuat manusia berkenan pada Tuhan dan sesama. Dengan sikap rendah hati berarti orang mau beri tempat pada orang lain, menghargai orang lain dan suka sekali memilih hal sederhana dibanding yang lain. Rendah hati selalu suka menunjukkan rasa syukur pada Tuhan atas segala pemberian Tuhan. Yang dia terima dari Tuhan tidak dipakai untuk menyombongkan diri. Orang sombong menganggap diri penting dan orang lain harus menyingkir. Rendah hati itu selalu suka untuk melayani seperti Yesus, yang tak mau dilayani, tapi mencari yang hilang karena dosa atau mencari yang sakit untuk diberi sukacita. Rendah hati selalu melihat yang dimilikinya adalah anugerah, dan tak ada alasan untuk membangga - banggakan diri, apalagi kalau sampai hilang rasa menolong sesama. Dengan kerendahan hati manusia bisa melihat jauh, berani menyembah yang tinggi dan agung tak terhingga, karena itu menghadapi Allah dan dunia dengan sebenarnya.
Dalam injil hari ini Yesus mengetengahkan soal sikap merendahkan diri yang membuat manusia berkenan pada Tuhan dan sesama. Dengan sikap rendah hati berarti orang mau beri tempat pada orang lain, menghargai orang lain dan suka sekali memilih hal sederhana dibanding yang lain. Rendah hati selalu suka menunjukkan rasa syukur pada Tuhan atas segala pemberian Tuhan. Yang dia terima dari Tuhan tidak dipakai untuk menyombongkan diri. Orang sombong menganggap diri penting dan orang lain harus menyingkir. Rendah hati itu selalu suka untuk melayani seperti Yesus, yang tak mau dilayani, tapi mencari yang hilang karena dosa atau mencari yang sakit untuk diberi sukacita. Rendah hati selalu melihat yang dimilikinya adalah anugerah, dan tak ada alasan untuk membangga - banggakan diri, apalagi kalau sampai hilang rasa menolong sesama. Dengan kerendahan hati manusia bisa melihat jauh, berani menyembah yang tinggi dan agung tak terhingga, karena itu menghadapi Allah dan dunia dengan sebenarnya.
Marilah Berdoa:
Allah yang mahakuasa,
berkenanlah memberi kami RohMu agar kami selalu berani mengakui kehinaan kami
sebagai orang berdosa, sehingga selalu menyadari bahwa tanpa Engkau kami tak
sanggup berbuat apa-apa. Terimakasih pula untuk
hari baru ini, semoga kami menjalani aktifitas hari ini dalam semangat
kerendahan hati yang tulus. Demi Kristus Pengantara kami. AMIN.
Semoga kita melakukan aktifitas hari ini dalam perlindungan berkat Allah
yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. SANTU KAROLUS BORROMEUS DOAKANLAH KAMI. (disalin kembali dari
renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar