Sabtu, 02 Desember 2017

Renungan: Minggu, 22 Oktober 2017

Hari Minggu Biasa XXIX. Bacaan Kitab Suci: Yes.45: 1,4-6; ITes.1:1-5. Injil : Mat.22: 15-21.

"JANGAN MENYAMAKAN URUSAN AGAMA DAN POLITIK"

SOBAT,
Kita memang harus mengakui bahwa di negeri kita, sebagai contoh, agama dan politik telah dicampur adukkan sekenanya. Sentimen agama dapat disulut dengan gampang. Agama dijadikan sarana politik. Memang sangat ironis. Kita semua sebenarnya meyakini semua agama seharusnya membawa keselamatan bagi umat manusia bukan membawa perpecahan dan bencana. Yesus sendiri dalam injil hari ini telah dengan tegas menolak mencampur urusan agama dan politik. Kata-Nya: " kembalikan pada Kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah". Yesus inginkan agar jangan jadikan agama untuk kepentingan politik dan kekuasaan tapi orang juga harus berpolitik dengan moral agama. Akan amat berbahaya kalau orang memperalat Tuhan dan agama untuk kepentingan golongan, atau untuk merebut kepentingan politik dan ekonomi. Kalau begitu Tuhan dan agama sudah sedemikian direndahkan. Karena itu: elakkan sentimen dan fanatisme agama untuk kepentingan apapun. Lalu, agama dan iman harus menjadi sumber etika untuk berpolitik. Semoga.

Marilah Berdoa: 

Allah Bapa yang mahakuasa, bantulah kami melakukan kehendakMu dengan pengabdian utuh. Semoga kami dapat mengabdi Engkau dengan tulus ikhlas sesuai kewajiban kami. Terima kasih pula untuk hari baru ini, semoga kami menjalaninya dengan penuh pengabdian kepadaMu dan pada sesama. Demi Kristus Pengantara kami. Amin. Semoga Allah melindungi dan menyertai kita sepanjang hari ini: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...