Sabtu, 02 Desember 2017

Renungan: Senin, 30 Oktober 2017

Pekan Biasa XXX. Injil: Luk.13:10-17.

"YESUS MENYEMBUHKAN WANITA BUNGKUK PADA HARI SABAT"

SOBAT,
Yang ada dalam pikiran Yesus cuma kebaikan. Tak ada lain. Karena itu meski melanggar aturan hari Sabat, Yesus tetap menunjukkan kebaikan itu pada manusia, dengan menyembuhkan wanita yang telah bungkuk selama 18 Tahun. Sekali lagi Yesus mau menekankan bahwa Sabat untuk manusia dan bukan manusia untuk sabat. Bagi Yesus, Dia itu Tuhan a
tas hari Sabat, yang menetapkan hari Sabat untuk menghidupkan dan membina hubungan mulia antara manusia dengan Tuhan. Dan kemuliaan Tuhan karena menyembuhkan orang, karena melepaskan orang dari belenggu setan, harus dan layak sekali dirayakan termasuk pada hari sabat. Hukum harus membuat manusia bebas dan merdeka, bukan terkekang. Karena itu Yesus minta agar hukum itu selalu mendapat dasar dari cinta, hormat dan penghargaan terhadap martabat manusia. Untuk itu sembuhnya wanita yang bungkuk selama 18 Tahun itu adalah bukti kebaikan Tuhan yang selalu menginginkan agar manusia bebas dan bahagia serta selalu bisa merayakan dan menyatakan syukur atas segala kebaikan Tuhan. Biarkan Tuhan berperkara membuat manusia bahagia jangan berusaha menghalangi dengan aturan - aturan tertentu.

Marilah Berdoa:
Allah yang maharahim, berkenanlah mengutus RohMu mendatangi kami dan jadikanlah kami anak - anakMu yang tinggal di dunia ini dengan bebas dan penuh rasa syukur. Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami dapat menjalani aktifitas kami di hari ini dalam sukacita dan selalu penuh syukur atas kebaikanMu. Demi Kristus Pengantara kami. AMIN.

Semoga Allah yang maharahim melindungi kita hari ini dengan berkatNya yang berlimpah: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...