Para orang tua pastor dipanggil ke depan
altar gereja oleh Pastor Feighty Boseke, Pastor Paroki Santa Maria Ratu Suci
Modoinding, Minggu (29/10/2017). Mereka diminta berdoa "Salam
Maria" 10 kali bersama ratusan legioner omisium Maria Bunda
Penasehat Yang Baik Tomohon di gereja pastor. Beberapa pastor yang orang
tuanya dipanggil disebutkan tempat tugasnya. "Pastor Cardo Senduk MSC
di Ekuador, Pastor Soni Wengkang MSC di Jakarta, Pastor Stenly Pondaag studi di
Swiss, Pastor Melky Malingkas di Seminari Pineleng, Pastor Wensi Wowor MSC
sebagai bendahara di propinsi MSC Indonesia juga ada orang tuanya Pastor Troy
Kalengkongan, Ebed dan Angki Runtu, juga Echa Mantouw," ujarnya.
Komisium itu berziarah di paroki di
mana Penasehat Rohani-nya, Pastor Feighty berkarya. Komisium itu membawahi
beberapa paroki dibawahnya dalam presidium-presidium. Dalam renungannya di
misa dalam gereja yang sementara dibangun Pastor Feighty meneriakkan "Ave
Maria, Maria Ave". Dengan berkelakar, ia mengatakan walau menempuh jarak
yang jauh, mengigil kedinginan dan hidungnya pesek (walau dulunya mancung) karena
sering ditekan karena flu, semua tetap hadir. "Sekali legio tetap
legio. Legioner sampai garis akhir," katanya. Ia mengatakan mereka
mengharuskan diri datang di hari minggu ziarah. Setelah itu, Pastor Feighty
memperkenalkan legioner di Paroki Sinisir (Modoinding). Baginya seperti
kata Yesus dalam bacaan Kitab, jawaban perjuangan legioner ialah
Yesus. Yesus katanya mengatakan untuk mengasihi-Nya dengan segenap hati,
budi, jiwa, dan kekuatan. "Tuhan selalu mencintai. Tidak
seperti kita yang sering urung masuk gereja hanya karena hujan atau karena
ingin memberi makan Bleki (Anjing). Bukan untuk menyombongkan diri. Tapi di
sini misa pagi setengah enam setiap hari dihadiri hampir sepuluh orang walau
mungkin seperti gembala Efrata yang kedinginan," ujarnya berkelakar.
Ia mengatakan Tuhan yang
tidak kelihatan meminta mencintai mereka yang kelihatan yaitu sesana manusia.
Banyak yang katanya tidak mengasihi mereka yang suka gosip dan sesama dengan
perilaku buruk lainnya. Ia mengatakan mengasihi sesama berarti berbuat
baik bagi orang yang tidak disukai. Suami yang mencintai istrinya yang kurang
baik atau sebaliknya merupakan wujud perwujudan hukum kasih. Ia lalu
menceritakan cerita ilustrasi tentang seseorang yang menunggu Tuhan bertamu. Ia
menunggu tapi hanya datang orang yang meminjam parang, minta makan, dan minta
pertolongan karena ibunya sakit. "Tuhan mengucapkan terima kasih
karena orang itu membantu Dirinya yang hadir untuk sesama. Kadang kita ingin melihat
hal yang berlebihan dan lupa yang sederhana," ujarnya. Ia mengatakan
kasih yang sederhana itu seperti memberi minyak angin kepada mereka yang mabuk
perjalanan darat atau kedinginan saat perjalanan ke Sinisir. Mereka yang
butuh minyak angin itu tidak tahu harus mengeluh kepada siapa selain kepada
sesama di sekitarnya. (disalin dari http://manado.tribunnews.com/2017/10/29/
ratusan-legioner-legio-maria-commisium-tomohon-ziarah-di-sinisir?)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar