Sabtu, 02 Desember 2017

29 OKTOBER 2017: LEGIO MARIAE KOMISIUM TOMOHON ZIARAH KE MODOINDING

Para orang tua pastor dipanggil ke depan altar gereja oleh Pastor Feighty Boseke, Pastor Paroki Santa Maria Ratu Suci Modoinding, Minggu (29/10/2017). Mereka diminta berdoa "Salam Maria" 10 kali  bersama ratusan legioner omisium Maria Bunda Penasehat Yang Baik Tomohon di gereja pastor. Beberapa pastor yang orang tuanya dipanggil disebutkan tempat tugasnya. "Pastor Cardo Senduk MSC di Ekuador, Pastor Soni Wengkang MSC di Jakarta, Pastor Stenly Pondaag studi di Swiss, Pastor Melky Malingkas di Seminari Pineleng, Pastor Wensi Wowor MSC sebagai bendahara di propinsi MSC Indonesia juga ada orang tuanya Pastor Troy Kalengkongan, Ebed dan Angki Runtu, juga Echa Mantouw," ujarnya.

Komisium itu berziarah di paroki  di mana Penasehat Rohani-nya, Pastor Feighty berkarya. Komisium itu membawahi beberapa paroki dibawahnya dalam presidium-presidium. Dalam renungannya di misa dalam gereja yang sementara dibangun Pastor Feighty meneriakkan "Ave Maria, Maria Ave". Dengan berkelakar, ia mengatakan walau menempuh jarak yang jauh, mengigil kedinginan dan hidungnya pesek (walau dulunya mancung) karena sering ditekan karena flu, semua tetap hadir. "Sekali legio tetap legio. Legioner sampai garis akhir," katanya. Ia mengatakan mereka mengharuskan diri datang di hari minggu ziarah. Setelah itu, Pastor Feighty memperkenalkan legioner di Paroki Sinisir (Modoinding). Baginya seperti kata Yesus dalam bacaan Kitab, jawaban perjuangan legioner ialah Yesus. Yesus katanya mengatakan untuk mengasihi-Nya dengan segenap hati, budi, jiwa, dan kekuatan. "Tuhan selalu mencintai.  Tidak seperti kita yang sering urung masuk gereja hanya karena hujan atau karena ingin memberi makan Bleki (Anjing). Bukan untuk menyombongkan diri. Tapi di sini misa pagi setengah enam setiap hari dihadiri hampir sepuluh orang walau mungkin seperti gembala Efrata yang kedinginan," ujarnya berkelakar.

Ia mengatakan Tuhan yang tidak kelihatan meminta mencintai mereka yang kelihatan yaitu sesana manusia. Banyak yang katanya tidak mengasihi mereka yang suka gosip dan sesama dengan perilaku buruk lainnya. Ia mengatakan mengasihi sesama berarti berbuat baik bagi orang yang tidak disukai. Suami yang mencintai istrinya yang kurang baik atau sebaliknya merupakan wujud perwujudan hukum kasih. Ia lalu menceritakan cerita ilustrasi tentang seseorang yang menunggu Tuhan bertamu. Ia menunggu tapi hanya datang orang yang meminjam parang, minta makan, dan minta pertolongan karena ibunya sakit. "Tuhan mengucapkan terima kasih karena orang itu membantu Dirinya yang hadir untuk sesama. Kadang kita ingin melihat hal yang berlebihan dan lupa yang sederhana," ujarnya. Ia mengatakan kasih yang sederhana itu seperti memberi minyak angin kepada mereka yang mabuk perjalanan darat atau kedinginan saat perjalanan ke Sinisir.  Mereka yang butuh minyak angin itu tidak tahu harus mengeluh kepada siapa selain kepada sesama di sekitarnya. (disalin dari http://manado.tribunnews.com/2017/10/29/ ratusan-legioner-legio-maria-commisium-tomohon-ziarah-di-sinisir?)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...