Jumat, 01 Desember 2017

Renungan: Senin, 16 Oktober 2017

Pekan Biasa XXVIII. Injil: Luk.11: 29-32.

"TANDA NABI YUNUS"

SOBAT,
Yesus terlalu mempesona. Banyak tanda dan mujisat yang Dia buat, sehingga orang menjadi kagum. Karena itu tidak dibutuhkan lagi pembuktian - pembuktian tertentu untuk mengimani Dia. Inilah yang seharusnya terjadi. Tapi bagi orang Yahudi ini tetap sulit diterima. Mereka tidak mau mengerti. Padahal Yesus itu lebih dari Yunus, kebijaksanaanNya masih jauh dibandingk
an Salomo. Mereka tetap tidak tergerak hati untuk percaya padaNya. Padahal Yesus adalah Mesias yang sudah datang dan mereka harus mendengarkan dan menjadi percaya kepadaNya. Tapi hati mereka tertutup dan keras. Karena itu, untuk percaya orang harus memiliki hati terbuka, tanpa prasangka, hati yang tak tertutup oleh praduga, BUKAN dengan melihat tanda - tanda. Iman itu bukan pertama - tama berdasarkan tanda, tapi lebih berdasarkan penerimaan pada orang yang berbicara atas nama Tuhan, sebagaimana Yunus bagi orang Ninive, demikian pula Kristus bagi kita.

Marilah Berdoa: Allah yang mahamurah, sumber pengharapan kami. Berilah kiranya kami tanda kehidupan dalam diri Yesus sendiri untuk membangkitkan hidup baru penuh kekuatan dan harapan bagi kami. Terimakasih untuk hari baru ini. Semoga kami disertai rahmat RohMu agar menjalani aktifitas kami sepanjang hari ini dengan iman penuh kepada Yesus PuteraMu. Amin. Semoga kita dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang mahakuasa: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...