Pekan Biasa XXXIV. Injil : Luk. 21: 12-19.
"MEMBERI KESAKSIAN DI SAAT - SAAT SULIT"
Banyak sekali orang yang seperti tidak peduli soal memberi kesaksian tentang
kebenaran kristiani karena dilanda ketakutan atau kecemasan. Karena itu sering
ikut arus saja daripada menimbulkan permasalahan. Apalagi membaca ramalan injil
hari ini. Bahwa kita harus mewartakan injil baik dalam keadaan damai pun dalam
keadaan sulit. Kita harus berani menunjukkan kakhasan iman kristiani yang selalu mendasari
setiap tindakannya dalam kasih. Meskipun karena hal itu kita mengalami suasana
kesesakan karena tidak diterima, ditentang dan ditantang. Tuhan cuma minta agar
kita jangan malu dengan iman kita. Dia cuma mengingatkan agar akar iman kita
harus menunjam lebih dalam, kekuatan hidup rohani kita harus lebih diutamakan
untuk dibangun dan diusahakan dan buah - buah Roh musti dimunculkan benar -
benar dalam mendalami injil dan kesaksian iman di saat - saat gawat. Kita punya
jaminan bahwa Tuhan tak akan membiarkan kita, tetapi menyertai kita selalu :
" tidak sehelai rambut kepalamu akan hilang"- " kalau kamu
bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu", begitu SabdaNya memberi kekuatan
dan kesanggupan. Percayalah bahwa hidup kita selalu berada dalam tangan Tuhan.
Sering memang, kalau mematuhi iman selalu ada saja tantangan, bahkan karena
iman itu, diantara sahabat dan keluarga saja tak terdapat kerukunan. Namun asal
mengandalkan Kristus kita akan dapat bertahan. Bila bertekun kita akan berjaya.

Marilah Berdoa:
Allah yang mahakuasa, berkenanlah menjelaskan isi Kitab Suci, dan
perkenankanlah kami menyaksikan bahwa Engkau selalu menjaga dan melindungi
kami, terlebih di saat sulit hidup kami.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami menjalani aktifitas kami di
hari ini dengan lancar karena penyertaanMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita dalam
kegiatan di hari ini selalu dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA
DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin
kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar