Sabtu, 30 Desember 2017

BERSYUKUR PADA ALLAH DAN BICARA TENTANG ANAK ITU KEPADA SEMUA ORANG YANG MENANTIKAN KELEPASAN UNTUK ISRAEL (Renungan Sabtu, 30 Des 2017)

Selamat Pagi. 
Hari ini Sabtu, 30 Desember 2017. 
Oktaf Natal. Injil: Luk.2:36-40.
 SOBAT,
Saat Yesus dipersembahkan di Bait Allah, dua orang menyambutNya itulah Simeon dan Hana. Saat berjumpa Anak itu Simeon menggambarkan pemenuhan harapan Israel, Hana menyambungnya dengan ucapan syukur dan pembicaraan mengenai harapan Israel akan penebusan. 
Khusus bagi Hana, seorang Nabi perempuan, perjumpaan dengan bayi Yesus itu mendasari rasa syukurnya lalu mendorong ia mewartakan Penebus itu. Orang tidak bisa menunggu terlalu lama di dalam hidup, untuk akhirnya berjumpa dengan Yesus pada waktu, saat dan tempat yang ditentukan oleh Tuhan. Betapapun singkatnya perjumpaan itu, kalau itu sungguh benar dan tulus, orang akan didorong untuk merendahkan diri dan bersyukur, karena merasa tidak pantas untuk menerima kurnia sebesar itu. Itulah Hana, dan diharapkan begitu jugalah kita dalam natal kali ini. Kita tidak akan bisa tinggal diam, tetapi akan terus bicara, akan terus mewartakan Sang Penebus itu, dengan kesaksian hidup, dalam perbuatan dan tutur kata. Seperti Hana kita akan mencari dan menemukan orang - orang yang menantikan kelepasan, serta penyelamatan. Kita akan menjadi pelabuhan tepat bagi begitu banyak orang di sekitar kita yang mendambakan kelepasan dari seluruh beban kehidupannya.
Marilah Berdoa:
Allah yang kekal dan kuasa, rahmati kami agar mampu mewartakan sukacita dan damai natal ini kepada orang lain yang sedang dalam suasana hidup penuh beban. Biar lewst kesaksian hidup kami, mereka merasskan kehadiran Sang Penyelamat.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami dalam menjalankan kegiatan hari ini selalu diliputi suasana natal yang penuh sukacita. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga Allah melindungi kita dengan berkatNya berlimpah: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

ANAK INI TELAH DITENTUKAN UNTUK MENJATUHKAN DAN MEMBANGKITKAN BANYAK ORANG ISRAEL (Renungan Jumat, 29 Des 2017)

Selamat Pagi. 
Hari ini Jumat, 29 Desember 2017. 
Oktaf Natal. Injil: Luk. 2:22-35.
SOBAT,
Saat Yesus dihantar orangtuaNya ke Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Tuhan, mereka berjumpa di Bait Allah seorang saleh : SIMEON. Dia kemudian menatang anak Yesus dan berucap bahwa Anak ini telah ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang Israel. Ada yang tak mengakui Mesias, sengaja menutup mata dan telinga karena tidak mau tahu. Tapi banyak pula yang menerima Dia, mengakui dan mengimani bahwa Dialah Mesias yang sudah lama dinanti. Saat Mesias adalah saat Terang masuk dalam kegelapan, dan kegelapan tak mau menerimaNya. Tapi barangsiapa di Israel membuka mata dan mau menerima Terang maka ia dijadikan putera - puteri Allah, seperti Maria, Yusuf, Simeon, Hana, para rasul, para murid Yesus pria dan wanita yang percaya dan kemudian merupakan Israel baru buah kebangkitan karena hadirnya Mesias. Dan dari Israel baru ini disebarkan warta ke seluruh dunia tentang ANAK yang menjadi harapan para bangsa dan terang bagi umat Israel dan yang akan menerangi semua bangsa.
Kedatangan Yesus untuk menyelamatkan, tetapi masing-masing manusia, masing-masing kita, harus menentukan sikap terhadap Yesus yang menampakkan diri sebagai Penyelamat manusia. Menolak berarti kejatuhan total, menerima berarti mulainya kebangkitan baru pada jalan keselamatan.

Marilah Berdoa:
Allah yang maharahim, syukur padaMu atas kelahiran Yesus PuteraMu yang memungkinkan kami berjalam dalam jalan keselamatan. Terimakasih telah mengangkat kami sebagai putera dan puteriMu. 
Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga terangMu akan menerangi semua aktifitas kami hari ini. Demi Kristus Pengantara kami. Amin. Semoga sebelum memulai lagi aktifitas hari ini, kita semua dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

Kamis, 28 Desember 2017

GAMBARAN KEKEJAMAN DUNIA TANPA TUHAN (Renungan Kamis, 28 Des 2017)

Selamat Pagi. Hari ini Kamis, 28 Desember 2017. Oktaf Natal. PESTA KANAK - KANAK SUCI. Injil: Mat.2: 13-18. 
SOBAT,
Baru beberapa hari usia Yesus, Ia terpaksa menjadi pengungsi akibat keangkuhan dan egoisme Herodes Agung, Raja Yahudi yang diangkat penguasa Roma. 
Bermula dari kedatangan orang majus yang sedang mencari dimana Sang Raja Baru dilahirkan mampir ke rumah Herodes. Herodes yang setelah bertanya pada ahlinya, menunjukkan kepada Orang Majus bahwa Raja Baru itu dilahirkan di Betlehem. Setelah orang majus pergi maka bangkitlah ketakutan dan kecemasan Herodes. Dia merasa terancam kedudukannya. Apalagi disebut - sebut yang lahir itu adalah Raja Israel. Herodes yang panik, ditambah kebengisan dan kebejatannya, segera menyuruh para pengawalnya agar membunuh Yesus kecil dan semua anak di seputar Betlehem yang baru saja dilahirkan. 
Timbullah ratap tangis tak tertahan dari begitu banyak ibu yang kehilangan anak kesayangan dibantai di depan mata mereka. Anak - anak ini pun dijadikan suci dan dihormati gereja sebagai pelindung kesucian. Dengan darah, mereka memberi kesaksian tentang Almasih yang sudah datang ke dunia. Bagi kita semua, kiranya pesta ini dapat menjadi dasar perjuangan iman kita mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi - saksi Kristus. Suci dari semua yang menentang kehendak Allah.
Marilah Berdoa:
Allah yang mahabaik, hari ini para kanak - kanak, martirMu yang kecil tak bersalah meluhurkan Dikau bukan dengan madah melainkan dengan darah. Semoga mereka bagi kami bisa menjadi teladan kesucian hidup sebagai saksi Kristus. Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami bisa menjalankan aktifitas kami di hari baru ini dalam semangat mengejar kesucian hidup. Demi Kristus Pengantara kami. Amin. Semoga sepanjang hari ini kita semua selalu dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

Rabu, 27 Desember 2017

Kerja Bakti Penimbunan Serambi Gereja Pusat Paroki Modoinding (Rabu, 20 Des 2017)

Bagian dalam gereja pusat paroki setelah ditehel dan dicat
Hari Rabu, 20 Desember 2017 pukul 14.00 Wita sampai selesai umat pusat paroki Modoinding, lebih khususnya Kaum Bapak Pusat Paroki mengadakan kerja bakti bersama di kompleks gereja pusat paroki. Kerja bakti kali ini difokuskan pada penimbunan serambi bagian kanan gereja paroki yang fondasinya telah selesai dibuat oleh para tukang namun belum sempat ditimbun dan dicor. 
Masa Pst. Aloysius Koraag, Pr 
KBK pusat paroki sedang kerja bakti memindahkan tanah
untuk penimbunan fondasi serambi bagian kanan gereja
Gereja pusat paroki telah mulai dibangun sejak pastor Aloysius Koraag, Pr berkarya di paroki Modoinding yaitu sekitar tahun 2012. Diawali dengan pengumpulan dana dan dilanjutkan dengan pembongkaran  bangunan gereja yang lama. Di atas lahan bangunan lama yang telah dibongkar, kemudian dibangun gereja baru yang lebih luas. Pada masa pembangunan itu, Bpk. Dr. Yoppy Sewow ditunjuk sebagai ketua panitia pembangunan didampingi Bpk. Albert Topit sebagai bendahara.  Bangunan gereja yang baru Didirikan di atas lahan dimana bangunan gereja lama dibongkar. Namun pembangunan gereja belum selesai, pastor Koraag telah habis masa tugasnya di paroki Modoinding.
Pembangunan pastoran pusat paroki di belakang gereja
pusat paroki
Masa Pst. Steivy Motoh, Pr
Pada tahun 2014, terjadi pergantinan pastor paroki. Pastor Koraag pindah tugas ke Paroki Sulubombong, dan pastor Steivy Motoh, Pr diangkat menjadi pastor paroki Modoinding. Pastor Steivy kemudian melanjutkan pembangunan gereja paroki bersama dengan bidang pembangunan paroki. Bidang pembangunan paroki yang terdiri dari Bpk. Yanie Tielung, Bpk. Yulianus Sualang dan Bpk. Rentje Tombeng atas persetujuan pastor paroki membentuk panitia pengumpulan dana yang diketuai oleh Ibu Deity Lumentut.
Pastoran yang sementara dibangun dan garasi yang baru
dibangun di samping pastoran
Setelah dana terkumpul, pembangunan gereja dilanjutkan. Fokus pembangunan pada masa itu yaitu pada plester sebagian dinding gereja, pembuatan panti imam dan dua ruang sakristi. Belum juga selesai pembangunan, masa tugas pastor Steivy di paroki Modoinding telah selesai.
Pembangunan di Awal Masa Tugas Pastor Feighty Boseke, Pr
Bagian dalam gereja
setelah pemasangan
tehel
Pada tanggal 24 September 2017, pastor Feighty Boseke, Pr ditugaskan mengganti pastor Steivy yang masa tugasnya telah selesai sebagai pastor paroki Modoinding. Tidak menunggu lama, pastor Feighty sebagai pastor paroki yang baru langsung action melanjutkan pembangunan gereja di pusat paroki. Dengan penuh semangat pastor men-support umat dan menggalang dana dari begitu banyak donatur yang begitu dermawan dan peduli. 

Gereja pusat paroki tampak dari samping setelah dicat dan
dibuat fondasi untuk serambi
Pembangunan pun dimulai. Dan dalam waktu singkat, gereja pusat paroki telah nampak megah dan indah meskipun masih dalam proses pembangunan. Di awal masa tugas pastor paroki yang baru, dinding gereja diplester, diaci dan dicat. Bagian altar dan bagian dalam gereja ditehel, samping kiri kanan dibuatkan serambi, kaca patri di atas altar disiapkan untuk diganti, dan bagian dalam disiapkan untuk diplafon. 
Para tukang sementara mengecat
bagian belakang gereja
Bukan saja itu, pembangunan gereja pusat paroki berjalan bersamaan dengan pembangunan pastoran dan aula pusat paroki. Pastoran yang dibangun sejak tahun 1990-an saat pastor Haryanto, Pr masih menjadi pastor paroki Tompaso Baru (waktu itu Sinisir masih menjadi salah satu stasi dari paroki Tompaso Baru), nampak memang sudah perlu direnovasi dan atau dibangun kembali menjadi baru. Pastor paroki yang baru menyadari hal itu dan dimulailah pembangunan pastoran beriringan dengan kelanjutan pembangunan gereja pusat paroki. Selain itu, pastor paroki juga melanjutkan pembangunan aula paroki dengan mengecor lantai, membuat panggung aula, memasang tehel, dan membuat WC dan kamar mandi di samping aula paroki. 
Aula pusat paroki yang baru selesai dibangun langsung
digunakan untuk kegiatan Perayaan Kristus Raja
Pembangunan aula sekarang telah selesai. Namun pembangunan pastoran dan pembangunan gereja masih terus berjalan. Dan pada hari ini (Rabu, 20/12) diadakan kerja bakti untuk menimbun fondasi serambi bagian kanan gereja, melengkapi serambi bagian kiri gereja yang telah lebih dulu difondasi, ditimbun dan dicor. 
KBK Pusat Paroki sementara menimbun
fondasi serambi kanan gereja paroki
Tampak para kaum bapak pusat paroki begitu bersemangat dalam kerja bakti ini. Semoga saja semua yang telah dimulai,dilanjutkan dan sementara dibuat dan direncanakan oleh pastor paroki dan seluruh umat paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding bisa berjalan lancar dan akhirnya selesai di bawah perlindungan Tuhan dan dalam naungan doa Sta. Perawan Maria Ratu Rosari. (Sek).   

Hari Ibu: Misa dan Jalan Sehat Bersama Para Ibu Paroki Modoinding (Jumat, 22 Des 2017)

Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Di Indonesia hari ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ibu, pastor paroki mengajak seluruh umat untuk mempersembahkan dan mengkhususkan hari ini (22/12) untuk menghormati para ibu yang ada di paroki Modoinding. Hari ibu kali ini diisi dengan acara khusus bagi para ibu yaitu dengan perayaan misa syukur dan jalan sehat bersama.

Misa dimulai pukul 05.15 Wita di gereja pusat paroki diikuti oleh para ibu yang berasal dari WKRI Cabang dan Ranting yang ada di pusat paroki. Dalam misa pastor paroki mengajak para ibu untuk meneladani Bunda Maria. “Mari kita meneladani Bunda kita, Bunda Maria dalam hal ketaatan, kepasrahan dan pendampingan bagi anak-anak kita,” kata pastor Feighty.
Senada dengan itu, Ketua WKRI Cabang Modoinding, Ibu Vonny Irene Singal mengungkapkan bahwa perayaan hari Ibu kali ini memberikan support tersendiri bagi para ibu. “Dengan memperingati Hari Ibu, kami, para ibu yang tergabung dalam komunitas WKRI, khususnya yang ada di pusat paroki, merasa bangga dan merasa sangat disemangati,” kata ibu Vonny yang juga adalah kepala sekolah SD Katolik Sinisir. “Lebih dari itu kami sebagai ibu diingatkan akan tugas mulia kami yaitu mendidik dan membentuk anak-anak kami menjadi anak-anak yang berkepribadian luhur yang nantinya berguna bagi keluarga, gereja dan masyarakat,” lanjutnya.
Sesudah misa, para ibu mengadakan jalan sehat yang dimulai dari gereja pusat paroki menuju jembatan perbatasan paroki Guaan dan kemudian kembali lagi ke gereja. Nampak para ibu begitu bersemangat melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan mereka saat jalan sehat. Wajah mereka begitu cerah ceria menikmati perjalanan dan suasana pagi yang begitu sejuk.
Acara ditutup dengan kegiatan rekreatif di Aula Paroki Modoinding. Ada yang minum kopi, ada yang ber-senam ria dan ada yang asyik berfoto gembira bersama pastor paroki. Semua tampak hanyut dalam kegembiraan merayakan hari istimewa mereka, yaitu Hari Ibu. Perayaan Hari Ibu bukan saja dilaksanakan di pusat paroki. Di stasi-stasi juga diadakan ibadah dan jalan sehat bersama para ibu untuk memperingati dan memeriahkan hari ibu.(Sek).
  

Makase Tuhan, Malam Ini Kami Alami Engkau Sungguh Hadir (Rekaman Renungan Malam Natal)

(Renungan Misa Malam Natal 24 Desember 2017 di gereja Pusat Paroki Modoinding. Injil Lukas 1:26-38)

Saudara-saudari, ….
Kenapa selalu saja ada penderitaan? Kenapa selalu saja petsai-petsai jatuh harga? Kenapa selalu saja tomat  tidak naik-naik harga? Itu bagian dari kedukacitaan kita, para petani. Mengalami hal itu si penyanyi langsung pergi. Ia pergi ke laut. Sesampainya di laut dikabarkannya semuanya kepada karang, kepada ombak, kepada matahari. Tapi semuanya diam. Semua bisu. Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit. Barangkali di sana ada jawabnya.
Mengapa di tanahku terjadi bencana? Mungkinkah Tuhan mulai bosan dengan tingkah kita yang selalu bangga dengan dosa-dosa? Ataukah alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Lalu dia sahut, tanyakan pada rumput yang bergoyang. Sudah ditanya-tanya pada rumput yang bergoyang terus tapi tidak ada jawaban mereka.
Beda dengan ini. Allah memberi tahu ada berita sukacita di tengah begitu banyak pergumulan hidup kita yang banyak kali bengkok, banyak kali tidak lurus.  Tuhan datang untuk mengatakan: hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat di kota Daud.
Bayangkan itu, cinta Tuhan bagi kita. Dengan penuh kedosaan, hari ini Tuhan katakan semuanya sirna. Walaupun dosamu merah seperti kermisi, dia akan jadi putih bagaikan salju. Walaupun merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti kapas. Nda pake pengakuan. Cuma dengan cinta saja.
Sadar akan cinta Allah, bukang main Tuhan, terima kase banyak kalu bagitu. Kalu orang sadar. Kalu nda sadar sadar, ya, susah juga. Tapi kalu orang sadar dia pasti akan bilang Tuhan terima kase banyak. Malam ini kami betul-betul mengalami Engkau hadir, Engkau Imanuel, Engkau tinggal bersama kami berbagi kasih sayang, memeluk kami erat-erat. Menyapa kami dengan cinta. Terima kasih Tuhan, Juru selamat sudah lahir untuk kami. Pakai itu: Juru Selamat. Yesus sudah lahir. Tidak lagi ada alasan bagi kita untuk kemudian hidup bermalas-malasan, hidup berfoya-foya, hidup kemudian tidak pernah betul.
Memang lain kali orang sering bertanya kenapa semua ini terjadi. Aku sudah berubah, sudah berusaha. Tetapi Tuhan mau ingatkan kita mari di tengah berbagai jalan kehidupan kita, di tengah berbagai kesibukan mancari, di tengah kesibukan sekolah, di tengah kesibukan urus rumah tangga, jangan pernah lupa Allah yang mengasihi. Dia mencintai kita apa adanya. Berikanlah hidupmu. Berikanlah segala yang ada padamu. Menyerahlah pada-Nya. Akuilah bahwa tanpa Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Malam ini salah satu malam yang indah. Tapi kemudian Tuhan akan katakan karena itu kesulitan bisa kita dapatkan; begitu banyak bencana, begitu banyak kesakitan, begitu banyak penyakit, begitu banyak hal-hal yang tidak pernah kita perlu dan tidak sesuai dengan harapan kita. Kenapa itu terjadi? Jangan bertanya pada rumput yang bergoyang. Tetapi tanyakanlah di dalam hati kita masing-masing: Kiapa bagitu?  Ini yang susah. Kita lain kali sulit untuk kemudian kunci tangan, berlutut di hadapan Tuhan, kemudian memeriksa: Tuhan kenapa saya seperti ini. Kenapa tiba-tiba aku dan suamiku seperti mau habis Tuhan. Kita periksa: kenapa aku seperti tidak lagi menghormati anak-anakku, mama papaku.Rumput malah dia bisa tanya pada Tuhan. 
Tapi sekarang di malam ini Tuhan bilang, jangan tanya pada rumput yang bergoyang. Tanya pada hati masing-masing. Jangan selalu anggap diri yang paling benar. Kalau terjadi pertengkaran, konflik, pertentangan, perselisihan, Yohanes dari Salib itu bilang tidak ada seorang yang paling benar dan seorang yang paling salah. Dua-duanya adalah yang paling salah dan paling benar.
Dalam kemegahan pesta natal, malam natal ini mari kita berjumpa satu sama lain. Kase tangan penuh kasih. Kase tangan penuh damai. Berikan tangan yang sebenarnya, yang ingin, yang rela aku pegang karena bisa jadi pada satu waktu jadi penuntun hidup saya. Tanya pada hati masing-masing. Sehingga natal tahun ini, natal bulan ini, natal kali ini, punya makna besar untuk kita semua. Amin. (direkam langsung dari renungan pastor Feighty Boseke pada misa malam natal oleh sekretariat paroki)

Selasa, 26 Desember 2017

BUKAN KAMU YANG BERKATA-KATA MELAINKAN ROH BAPAMU (Renungan Selasa, 26 Des 2017)

Selamat Pagi. Hari ini Selasa, 26 Desember 2017. Hari kedua oktaf Natal. PESTA SANTU STEFANUS, MARTIR PERTAMA. Injil: Mat.10: 17-22. 
SOBAT,
Stefanus adalah diakon yang diangkat para rasul untuk menjadi pelayan dalam kerasulan mewartakan Kerajaan Allah. Orangnya tegas dan lugas menentang para musuh Yesus. Pendiriannya ini menyebabkan dia dibunuh dengan dilempari batu. Di saat hampir meninggal ia malah berdoa agar para musuh itu diampuni Tuhan karena tidak tahu apa yang mereka perbuat. Pembunuhan ini disaksikan dan direstui pula oleh Saulus yang kemudian menjadi Rasul Yesus yang besar : PAULUS. Inilah pahala bagi Stefanus. Kemartirannya membuat orang yang menganiaya dia bertobat dan menjadi pewarta Kristus yang unggul.
Sobat,
Dalam injil kita mendengar bagaimana Yesus mengutus murid-muridNya sebagai domba di tengah serigala. Tapi Yesus memberi jaminan kekuatan. Dalam situasi selalu berhadapan dengan tantangan, untuk menemukan hikmat dalam berbicara, agar bijak dalam menyusun rencana, supaya dapat mengambil keputusan yang tepat dalam situasi gawat, Tuhan menjanjikan RohNya yang akan mengikuti dan menemani. Asal kedatangan dan kehadiran Roh itu jangan kita hambat dengan pikiran sesat, hati jahat, atau tindakan - tindakan seperti "pengkhianatan". Dalam situasi sulit yang kita hadapi biarkan Tuhan memberi hikmat untuk melihat dan menguasai keadaan, mengambil tindakan yang baik dan benar, dan mengarahkan kita pada kepercayaan teguh bahwa Tuhan ada bersama kita. Mari tetap bersatu dengan Tuhan.
Marilah Berdoa:
Allah yang mahakuasa, semoga kami mengikuti teladan Santu Stefanus dalam membela iman tanpa gentar karena yakin akan penyertaanMu.
Terimakasih pula untuk hari baru ini, masih dalam suasana Natal, semoga kami dapat menjalani aktifitas kami pada hari ini dalam kekuatan penuertaanMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita dalam menjalani aktifitas hari ini dilindungi dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN(disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes)

SANG SABDA JADI MANUSIA (Renungan Hari Raya Natal)

Selamat Pagi. Selamat Natal. Hari ini Senin, 25 Desember, Hari Natal. Injil: Yoh.1:1-18 (Misa Pagi). 
SOBAT,
Pada mulanya Sang Sabda ada. Sang Sabda itu bersama - sama dengan Allah dan Sabda itu adalah ALLAH. Dia dari tempatNya yang mahatinggi menjadikan segalanya, sebagai hidup dan terang manusia. Dialah TERANG yang datang dalam kegelapan, yang datang masuk dalam dunia karena dunia adalah milikNya, tapi Dia tidak diterima, manusia banyak yang tidak menanggapinya. Tetapi semua orang yang menerimaNya, diberiNya kuasa supaya menjadi anak - anak Allah. Suatu penghargaan yang istimewa dan luar biasa pada manusia. Karena kelahiran Yesus ini kita layak disebut sebagai putera - puteri Allah. Inilah anugerah terindah dari Allah kepada kita manusia. Semoga martabat istimewa ini kita pegang sungguh - sungguh dan berusaha untuk menghidupinya dengan sukacita. Kita musti bangga karena kita jadi anak Allah apalagi karena itu kita mewarisi hidup abadi dalam Allah. Indahnya NATAL.

Marilah Berdoa:
Allah yang Mahabaik. Kelahiran Yesus PuteraMu di Bethlehem, SabdaMu yang menjelma, Engkau jadikan dasar dan pun kan iman kami. Mohon rahmatMu agar kami selalu dapat bersatu dengan Dia. 
Terimakasih untuk hari baru ini dan untuk Natal indah ini. Semoga kami selama sehari ini dapat beraktifitas dengan penuh sukacita. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita senantiasa dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes)

Senin, 25 Desember 2017

HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURU SELAMAT (Renungan Misa Malam Natal)

Selamat Sore. Hari ini Minggu, 24 Desember 2017. MISA MALAM NATAL. Injil: Luk. 2:1-14.

SOBAT,
Kidung kemuliaan kepada Allah dan ucapan damai disampaikan kepada seluruh umat manusia oleh iringan malaikat surga. Malam ini surga dan bumi bertemu dan berpelukan dalam lagu natal pertama, sebagai sambutan gembira atas berita kesukaan besar untuk seluruh bangsa : " hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud".
Inilah berita yang ditinggalkan oleh para malaikat untuk kita renungkan, kita resapi dalam suasana malam suci, kita timbang - timbang di dalam hati bahwa setiap dari kita menerima warta ini dengan keadaannya masing-masing, kita yang berbeda warna dan latar belakangnya, terbawa di hati dalam malam natal ini. Kita bisa mendengarkan gaung lonceng dan gema lagu - lagu natal dalam Gereja. Tapi lebih penting malam ini kita amati dalam hati, apa pesan Bayi di palungan yang membawa nama - nama ajaib itu bagiku. Kita kita tidak boleh tuli akan suara hati yang mengetuk hati kita di malam ini, yang mendorong kita untuk sampai kepada Bapa, Raja Damai. 

Selamat Natal.

Marilah Berdoa:
Alllah Bapa yang maharahim, perkenankanlah semua pengikut Kristus mengagumi misteri cahaya, yang malam ini kami rayakan. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita diberkati oleh Allah yang Mahakuasa : BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

Minggu, 24 Desember 2017

AKU INI HAMBA TUHAN, JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU (Renungan Minggu, 24 Des 2017)

Selamat Pagi. Selamat Hari Minggu. Hari ini Minggu, 24 Desember 2017. Minggu Adven IV. Injil: Luk.1:26-38.

SOBAT,
Hanya Tuhanlah yang dapat memilih dan membangun kediaman yang pantas bagi Dia. Dialah Allah yang menjelmakan Sabda Allah di tengah - tengah manusia. Dan Maria adalah pilihan Allah yang pertama dan utama untuk menjadi kediaman Sang Sabda. Kesediaan Maria sendiri memungkinkan hal itu. Karena kesediaan Maria itulah maka Allah mau menjadi manusia, agar manusia dapat diantar pada Allah. Jawaban Maria merupakan penyerahan dirinya sebagai tempat tinggal Allah. Allah juga hadir pada diri kita masing - masing sepanjang kita mau menerimaNya.

Malam ini, kita akan rayakan kelahiranNya. Mari siapkan hati, budi dan pikiran kita. Juru Selamat akan datang. Ia akan memberi kita sukacita besar. Kekelaman dosa akan dihapusNya. Biarkan hati kita dikuasaiNya. Tiada hadiah yang lebih indah bagi Sang Bayi selain kesediaan kita untuk melaksanakan kehendak Allah di surga seperti Maria.

Marilah Berdoa:
Allah Bapa yang mahakuasa, akhirilah kegelapan yang membelenggu kami. Jadikanlah dunia ini tempat kediamanMu yang pantas, demi kami semua yang mengharapkan keselamatan. Demi Kristus Pengantara kami. Amin. 
Semoga kita semua selama hari ini selalu dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa : BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

SEPERTI INDUK MENJAGA ANAK DALAM DEKAPAN SAYAPNYA (Rekoleksi & SPD Paroki Modoinding, 14 - 20 Desember 2017)



Umat Paroki Modoinding mengisi Masa Adven 2017 dengan kegiatan rekoleksi dan penerimaan Sakramen Pengakuan Dosa (SPD). Rekoleksi dan penerimaan SPD yang dipimpin langsung oleh pastor paroki, P. Feighty Boseke ini berlangsung tanggal 14-20 Desember 2017. Bak seorang gembala yang sedang mencari domba yang hilang, pastor Feighty turun langsung berjumpa umat di wilayah rohani dan stasi untuk memberikan rekoleksi dan SPD .
Luruskan Pikiran, Perkataan dan Perbuatan Bengkok
Seruan untuk bertobat yang diteriakkan Yohanes Pembaptis di padang gurun menjadi salah satu bahan refleksi yang diangkat dalam rekoleksi. “Seruan dan ajakan Yohanes menjadi juga ajakan untuk kita semua,” kata Pastor Feighty.  “Sebuah ajakan untuk meluruskan segala hal yang bengkok dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan kita. Ketika semua menjadi lurus, maka bersamaan dengan lahirnya Yesus, maka  akan lahir pula kesejukan, kelegaan dan kedamaian di dalam hati kita masing-masing saat Natal nanti,” ungkapnya. 

Jangan Takut, Allah Sangat Sayang pada Kita
Di wilayah rohani lain, pastor Feigty mengangkat tema tentang Allah sebagai Bapa yang sangat dan teramat baik bagi kita anak-anaknya.  “Ibarat seorang ibu yang sangat sayang dan selalu memberi maaf pada anaknya, seperti itulah Allah kita. Seperti induk ayam yang senantiasa melindungi dan menjaga anak-anaknya pada kedua sayap, begitulah Allah melindungi dan menjaga kita. Ia tidak ingin kita hilang atau berada jauh dari-Nya,” kata pastor.  Pastor mengajak umat untuk tidak takut datang kepada Allah Bapa kita. "Allah kita maha baik dan sangat sayang pada kita. Allah tidak akan mengingat-ingat lagi dosa dan kesalahan kita asalkan kita mau datang berada dekat dengan Dia dan mau membaharui diri kita," lanjut Pastor Feighty. 

Tiga Kebutuhan Dasar Hidup Berkeluarga
Dalam rekoleksi, pastor juga mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan kebutuhan dasar dalam hidup berkeluarga. Ada tiga kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam berkeluarga yaitu: Pertama, kebutuhan untuk dicintai. Dalam hidup sehari-hari kita harus menunjukkan sikap bahwa kita sungguh-sungguh mencintai pasangan dan anak-anak kita. Misalnya dengan saling melayani dan mau berkorban. Bukan sebaliknya menunjukkan sikap kasar dan semena-mena pada pasangan kita.  Kedua, kebutuhan untuk dihargai. Hargailah pasangan kita. Jangan merendahkannya apalagi di depan orang lain. Ketiga, kebutuhan untuk dilibatkan. Libatkanlah pasanganmu setiap kali anda ingin melakukan sesuatu atau mengambil keputusan dalam keluarga. Jangan sampai niat baik kita justru menjadi sumber percekcokan karena tidak bertanya atau tidak melibatkan pasangan kita. Tiga kebutuhan itu menjadi kebutuhan dasar dalam hidup berkeluarga. Jangan pernah mengabaikannya. Karena jika suami/istri kita tidak mendapatkan kebutuhan itu dari kita sebagai pasangannya dan justru ia memperolehnya dari orang lain, maka di situlah awal kehancuran rumah tangga.

Seluruh Wilayah Terkunjungi dalam 6 (Enam) Hari 
Kunjungan rekoleksi dan penerimaan SPD berlangsung selama 6 (enam) hari disesuaikan dengan jadwal dan tempat yang sudah disiapkan. Wilayah Rohani di pusat paroki dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari Wilayah Rohani (WR) St. Mikael, WR. Sta. Theresia Avilla, WR. Sta. Faustina dan WR. Sta. Ursula dikunjungi dan diberi rekoleksi dan SPD pada hari Kamis, (14/12) di rumah keluarga Turangan Kalangie. Kelompok kedua yang terdiri dari WR. Sta. Maria Bunda Karmel, WR. St. Romualdus, WR. St. Stefanus dan WR. Sta. Skolastika dikunjungi pada hari Jumat, (15/12) di rumah keluarga Singal Roring. Kelompok ketiga yang terdiri dari WR. St. Fransiskus Asissi, WR. St. Dominikus, WR. St. Vincentius dan WR. St. Ignatius Loyola dikunjungi pada hari Sabtu, (16/12) di rumah keluarga Topit Lumentut. Selesai di pusat paroki, kunjungan pada minggu berikutnya dilaksanakan di stasi-stasi. Stasi Tambelang dikunjungi pada hari Senin (18/12). Stasi Kinamang dan Stasi Liningaan dikunjungi pada hari Selasa, (19/12). Kunjungan terakhir dilaksanakan di Stasi Makaaruyen dan Stasi Mobuya pada Rabu (20/12).  (Sek)



Sabtu, 23 Desember 2017

DIPUJI OLEH TUHAN SENDIRI (Renungan Sabtu, 23 Des 2017)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 23 Desember 2017. Pekan Adven. Injil: Luk. 1: 57-66.
SOBAT,
Bahwa hidup dan panggilan Yohanes Pembaptis telah dijalankan dengan baik, secara terus terang dinyatakan oleh Yesus sendiri : Ia itu seorang nabi, yang meratakan jalan Tuhan, suara yang menyiarkan datangnya Sang Sabda, nabi yang membaptis Yesus di sungai Yordan dan memberi kesaksian tentang Sang Anak Domba Allah. Ia sudah menjadi murid Yesus sejak dari kandungan ibu, dan sebagai guru ia menyerahkan murid - muridnya pada Yesus. Ia berani menentang raja dan menjadi martir sebelum para rasul. Ia terbesar dari semua yang lahir dari wanita. 
Karena itu, hari ini, saat kelahiran Juru Selamat makin dekat Yesus ingin kita menjadi seperti Yohanes. Bahwa hidup dan panggilan kita, mari kita jalani dengan baik. Berusaha menjadi berkat bagi banyak orang dan menghantar mereka semua masuk dalam persekutuan dengan Yesus Sang Penebus.


Marilah Berdoa:
Allah yang mahakuasa, bimbinglah kami agar menjelang Natal ini kami siap menjadi berkat bagi banyak orang, bukan menjadi pembawa kegalauan sesama.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami menjalani aktifitas kami hari ini dalam iman dan kepercayaan teguh bahwa Engkau selalu merestui segala pekerjaan kami. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Semoga Allah melindungi kita dalam melakukan kegiatan kita hari ini dengan berkatNya berlimpah : BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

Jumat, 22 Desember 2017

DICERAI BERAIKANNYA ORANG YANG ANGKUH HATINYA (Renungan Jumat, 22 Des 2017)

Selamat Pagi. Hari ini Jumat, 22 Desember 2017. Pekan Adven. Injil: Luk. 1:46-56.
SOBAT,
Bacaan injil hari ini, bertepatan pula dengan hari ibu, kita mendengar nyanyian pujian dari seorang ibu sederhana, yang lebih suka menggantungkan seluruh kehidupannya pada Allah. Allah bagi Maria adalah Allah yang suka 'berpengapa' dengan manusia, yang tak pernah absen dalam hidup manusia entah dalam keadaan hidup serba ada maupun dalam hidup yang serba sulit. Dalam Dia hanya ada SUKACITA. Keselamatan hidup dijamin. Inilah yang dikidungkan Bunda Maria karena tahu bahwa keseluruhan hidupnya diatur oleh Tuhan. Kalau aku punya kehidupan baik, bahagia, sukses, sejahtera, sehat, damai, semuanya bukan karena kuat dan hebatku, tapi semua karena Allah saja. 
Maria mengagungkan Tuhan dengan segala karya agung Allah dikarenakan oleh kerendahan hatinya yang selalu mengandalkan Tuhan dan mengajak kita untuk beriman:" bahwa tanpa Tuhan kita tak bisa buat apa - apa. Amin.

Marilah Berdoa:
Allah yang maharahim, berikan kami selalu kekuatan agar senantiasa mengandalkan Tuhan dalam seluruh aktifitas hidup kami sehari - hari. 
Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga kami dapat menjalani aktifitas kami hari ini dalam perlindungan kasihMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga kita diberkati oleh Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

Kamis, 21 Desember 2017

SIAPAKAH AKU INI, MAKA IBU TUHANKU DATANG MELAWATI AKU? (Renungan Kamis, 21 Des 2017)

Selamat Pagi. Hari ini Kamis, 21 Desember 2017. Pekan Adven. Injil: Luk.1:39-45.

SOBAT,

Sesaat setelah Maria mendapat berita bahwa ia telah mengandung dari Roh Kudus, bergegaslah Maria ke pegunungan, ke rumah Elisabeth untuk menawarkan bantuannya, karena saat itupun Elisabeth telah mengandung dan sedang dalam bulannya yang keenam. Maria datang menawarkan diri untuk membantu Elisabeth yang akan melahirkan. Satu tindakan Maria yang patut diteladani. Dia sendiri sedang hamil tapi mau datang membantu. Apalagi masih harus naik pegunungan. Halangan kecil tak membuat Maria duduk bermalas-malasan, tapi tetap bergerak maju untuk melayani. 

Kebahagiaan atas panggilannya tidak disimpannya dalam lubuk hatinya, tetapi dibagikannya kepada orang lai. 
Ya Maria terpujilah namamu.


Marilah Berdoa:
Allah sumber sukacita, kami bergembira karena kedatangan PuteraMu sebagai manusia lemah. Tinggallah selalu bersama kami dalam segenap perjuangan hidup kami.
Terimakasih pula untuk hari baru ini. Semoga kami dapat menjalani aktifitas kami hari ini dengan penuh sukacita. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Semoga Allah menyertai dan melindungi kita semua dengan berkatNya berlimpah: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feighty.yohanes).

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...