Rabu, 27 Desember 2017

Makase Tuhan, Malam Ini Kami Alami Engkau Sungguh Hadir (Rekaman Renungan Malam Natal)

(Renungan Misa Malam Natal 24 Desember 2017 di gereja Pusat Paroki Modoinding. Injil Lukas 1:26-38)

Saudara-saudari, ….
Kenapa selalu saja ada penderitaan? Kenapa selalu saja petsai-petsai jatuh harga? Kenapa selalu saja tomat  tidak naik-naik harga? Itu bagian dari kedukacitaan kita, para petani. Mengalami hal itu si penyanyi langsung pergi. Ia pergi ke laut. Sesampainya di laut dikabarkannya semuanya kepada karang, kepada ombak, kepada matahari. Tapi semuanya diam. Semua bisu. Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit. Barangkali di sana ada jawabnya.
Mengapa di tanahku terjadi bencana? Mungkinkah Tuhan mulai bosan dengan tingkah kita yang selalu bangga dengan dosa-dosa? Ataukah alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Lalu dia sahut, tanyakan pada rumput yang bergoyang. Sudah ditanya-tanya pada rumput yang bergoyang terus tapi tidak ada jawaban mereka.
Beda dengan ini. Allah memberi tahu ada berita sukacita di tengah begitu banyak pergumulan hidup kita yang banyak kali bengkok, banyak kali tidak lurus.  Tuhan datang untuk mengatakan: hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat di kota Daud.
Bayangkan itu, cinta Tuhan bagi kita. Dengan penuh kedosaan, hari ini Tuhan katakan semuanya sirna. Walaupun dosamu merah seperti kermisi, dia akan jadi putih bagaikan salju. Walaupun merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti kapas. Nda pake pengakuan. Cuma dengan cinta saja.
Sadar akan cinta Allah, bukang main Tuhan, terima kase banyak kalu bagitu. Kalu orang sadar. Kalu nda sadar sadar, ya, susah juga. Tapi kalu orang sadar dia pasti akan bilang Tuhan terima kase banyak. Malam ini kami betul-betul mengalami Engkau hadir, Engkau Imanuel, Engkau tinggal bersama kami berbagi kasih sayang, memeluk kami erat-erat. Menyapa kami dengan cinta. Terima kasih Tuhan, Juru selamat sudah lahir untuk kami. Pakai itu: Juru Selamat. Yesus sudah lahir. Tidak lagi ada alasan bagi kita untuk kemudian hidup bermalas-malasan, hidup berfoya-foya, hidup kemudian tidak pernah betul.
Memang lain kali orang sering bertanya kenapa semua ini terjadi. Aku sudah berubah, sudah berusaha. Tetapi Tuhan mau ingatkan kita mari di tengah berbagai jalan kehidupan kita, di tengah berbagai kesibukan mancari, di tengah kesibukan sekolah, di tengah kesibukan urus rumah tangga, jangan pernah lupa Allah yang mengasihi. Dia mencintai kita apa adanya. Berikanlah hidupmu. Berikanlah segala yang ada padamu. Menyerahlah pada-Nya. Akuilah bahwa tanpa Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Malam ini salah satu malam yang indah. Tapi kemudian Tuhan akan katakan karena itu kesulitan bisa kita dapatkan; begitu banyak bencana, begitu banyak kesakitan, begitu banyak penyakit, begitu banyak hal-hal yang tidak pernah kita perlu dan tidak sesuai dengan harapan kita. Kenapa itu terjadi? Jangan bertanya pada rumput yang bergoyang. Tetapi tanyakanlah di dalam hati kita masing-masing: Kiapa bagitu?  Ini yang susah. Kita lain kali sulit untuk kemudian kunci tangan, berlutut di hadapan Tuhan, kemudian memeriksa: Tuhan kenapa saya seperti ini. Kenapa tiba-tiba aku dan suamiku seperti mau habis Tuhan. Kita periksa: kenapa aku seperti tidak lagi menghormati anak-anakku, mama papaku.Rumput malah dia bisa tanya pada Tuhan. 
Tapi sekarang di malam ini Tuhan bilang, jangan tanya pada rumput yang bergoyang. Tanya pada hati masing-masing. Jangan selalu anggap diri yang paling benar. Kalau terjadi pertengkaran, konflik, pertentangan, perselisihan, Yohanes dari Salib itu bilang tidak ada seorang yang paling benar dan seorang yang paling salah. Dua-duanya adalah yang paling salah dan paling benar.
Dalam kemegahan pesta natal, malam natal ini mari kita berjumpa satu sama lain. Kase tangan penuh kasih. Kase tangan penuh damai. Berikan tangan yang sebenarnya, yang ingin, yang rela aku pegang karena bisa jadi pada satu waktu jadi penuntun hidup saya. Tanya pada hati masing-masing. Sehingga natal tahun ini, natal bulan ini, natal kali ini, punya makna besar untuk kita semua. Amin. (direkam langsung dari renungan pastor Feighty Boseke pada misa malam natal oleh sekretariat paroki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...