Umat Paroki Modoinding mengisi Masa Adven 2017 dengan kegiatan rekoleksi dan penerimaan Sakramen Pengakuan Dosa (SPD). Rekoleksi dan penerimaan SPD yang dipimpin langsung oleh pastor paroki, P. Feighty Boseke ini berlangsung tanggal 14-20 Desember 2017. Bak seorang gembala yang sedang mencari domba yang hilang, pastor Feighty turun langsung berjumpa umat di wilayah rohani dan stasi untuk memberikan rekoleksi dan SPD .
Luruskan Pikiran, Perkataan dan Perbuatan Bengkok
Seruan untuk bertobat yang diteriakkan Yohanes Pembaptis di padang gurun menjadi salah satu bahan refleksi yang
diangkat dalam rekoleksi. “Seruan dan
ajakan Yohanes menjadi juga ajakan untuk
kita semua,” kata Pastor Feighty. “Sebuah
ajakan untuk meluruskan segala hal yang bengkok dalam pikiran, perkataan maupun
perbuatan kita. Ketika semua menjadi lurus, maka bersamaan dengan lahirnya Yesus,
maka akan lahir pula kesejukan, kelegaan
dan kedamaian di dalam hati kita masing-masing saat Natal nanti,” ungkapnya.
Tiga Kebutuhan Dasar Hidup Berkeluarga
Dalam rekoleksi, pastor juga mengingatkan tentang pentingnya
memperhatikan kebutuhan dasar dalam hidup berkeluarga. Ada tiga kebutuhan dasar
yang harus dipenuhi dalam berkeluarga yaitu: Pertama, kebutuhan untuk dicintai.
Dalam hidup sehari-hari kita harus menunjukkan sikap bahwa kita sungguh-sungguh
mencintai pasangan dan anak-anak kita. Misalnya dengan saling melayani dan mau
berkorban. Bukan sebaliknya menunjukkan sikap kasar dan semena-mena pada
pasangan kita. Kedua, kebutuhan untuk
dihargai. Hargailah pasangan kita. Jangan merendahkannya apalagi di depan orang
lain. Ketiga, kebutuhan untuk dilibatkan. Libatkanlah pasanganmu setiap
kali anda ingin melakukan sesuatu atau mengambil keputusan dalam keluarga. Jangan sampai niat baik kita
justru menjadi sumber percekcokan karena tidak bertanya atau tidak melibatkan pasangan kita. Tiga kebutuhan
itu menjadi kebutuhan dasar dalam hidup berkeluarga. Jangan pernah
mengabaikannya. Karena jika suami/istri kita tidak mendapatkan kebutuhan itu
dari kita sebagai pasangannya dan justru ia memperolehnya dari
orang lain, maka di situlah awal kehancuran rumah tangga.
Seluruh Wilayah
Terkunjungi dalam 6 (Enam) Hari
Kunjungan rekoleksi dan penerimaan SPD berlangsung selama 6 (enam) hari
disesuaikan dengan jadwal dan tempat yang sudah disiapkan. Wilayah Rohani di pusat
paroki dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari Wilayah
Rohani (WR) St. Mikael, WR. Sta. Theresia Avilla, WR. Sta. Faustina dan WR.
Sta. Ursula dikunjungi dan diberi rekoleksi dan SPD pada hari Kamis, (14/12) di
rumah keluarga Turangan Kalangie. Kelompok kedua yang terdiri dari WR. Sta.
Maria Bunda Karmel, WR. St. Romualdus, WR. St. Stefanus dan WR. Sta. Skolastika
dikunjungi pada hari Jumat, (15/12) di rumah keluarga Singal Roring. Kelompok
ketiga yang terdiri dari WR. St. Fransiskus Asissi, WR. St. Dominikus, WR. St.
Vincentius dan WR. St. Ignatius Loyola dikunjungi pada hari Sabtu, (16/12) di
rumah keluarga Topit Lumentut. Selesai di pusat paroki, kunjungan pada minggu
berikutnya dilaksanakan di stasi-stasi. Stasi Tambelang dikunjungi pada hari
Senin (18/12). Stasi Kinamang dan Stasi Liningaan dikunjungi pada hari Selasa,
(19/12). Kunjungan terakhir dilaksanakan di Stasi Makaaruyen dan Stasi Mobuya
pada Rabu (20/12). (Sek)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar