Minggu, 24 Desember 2017

SEPERTI INDUK MENJAGA ANAK DALAM DEKAPAN SAYAPNYA (Rekoleksi & SPD Paroki Modoinding, 14 - 20 Desember 2017)



Umat Paroki Modoinding mengisi Masa Adven 2017 dengan kegiatan rekoleksi dan penerimaan Sakramen Pengakuan Dosa (SPD). Rekoleksi dan penerimaan SPD yang dipimpin langsung oleh pastor paroki, P. Feighty Boseke ini berlangsung tanggal 14-20 Desember 2017. Bak seorang gembala yang sedang mencari domba yang hilang, pastor Feighty turun langsung berjumpa umat di wilayah rohani dan stasi untuk memberikan rekoleksi dan SPD .
Luruskan Pikiran, Perkataan dan Perbuatan Bengkok
Seruan untuk bertobat yang diteriakkan Yohanes Pembaptis di padang gurun menjadi salah satu bahan refleksi yang diangkat dalam rekoleksi. “Seruan dan ajakan Yohanes menjadi juga ajakan untuk kita semua,” kata Pastor Feighty.  “Sebuah ajakan untuk meluruskan segala hal yang bengkok dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan kita. Ketika semua menjadi lurus, maka bersamaan dengan lahirnya Yesus, maka  akan lahir pula kesejukan, kelegaan dan kedamaian di dalam hati kita masing-masing saat Natal nanti,” ungkapnya. 

Jangan Takut, Allah Sangat Sayang pada Kita
Di wilayah rohani lain, pastor Feigty mengangkat tema tentang Allah sebagai Bapa yang sangat dan teramat baik bagi kita anak-anaknya.  “Ibarat seorang ibu yang sangat sayang dan selalu memberi maaf pada anaknya, seperti itulah Allah kita. Seperti induk ayam yang senantiasa melindungi dan menjaga anak-anaknya pada kedua sayap, begitulah Allah melindungi dan menjaga kita. Ia tidak ingin kita hilang atau berada jauh dari-Nya,” kata pastor.  Pastor mengajak umat untuk tidak takut datang kepada Allah Bapa kita. "Allah kita maha baik dan sangat sayang pada kita. Allah tidak akan mengingat-ingat lagi dosa dan kesalahan kita asalkan kita mau datang berada dekat dengan Dia dan mau membaharui diri kita," lanjut Pastor Feighty. 

Tiga Kebutuhan Dasar Hidup Berkeluarga
Dalam rekoleksi, pastor juga mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan kebutuhan dasar dalam hidup berkeluarga. Ada tiga kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam berkeluarga yaitu: Pertama, kebutuhan untuk dicintai. Dalam hidup sehari-hari kita harus menunjukkan sikap bahwa kita sungguh-sungguh mencintai pasangan dan anak-anak kita. Misalnya dengan saling melayani dan mau berkorban. Bukan sebaliknya menunjukkan sikap kasar dan semena-mena pada pasangan kita.  Kedua, kebutuhan untuk dihargai. Hargailah pasangan kita. Jangan merendahkannya apalagi di depan orang lain. Ketiga, kebutuhan untuk dilibatkan. Libatkanlah pasanganmu setiap kali anda ingin melakukan sesuatu atau mengambil keputusan dalam keluarga. Jangan sampai niat baik kita justru menjadi sumber percekcokan karena tidak bertanya atau tidak melibatkan pasangan kita. Tiga kebutuhan itu menjadi kebutuhan dasar dalam hidup berkeluarga. Jangan pernah mengabaikannya. Karena jika suami/istri kita tidak mendapatkan kebutuhan itu dari kita sebagai pasangannya dan justru ia memperolehnya dari orang lain, maka di situlah awal kehancuran rumah tangga.

Seluruh Wilayah Terkunjungi dalam 6 (Enam) Hari 
Kunjungan rekoleksi dan penerimaan SPD berlangsung selama 6 (enam) hari disesuaikan dengan jadwal dan tempat yang sudah disiapkan. Wilayah Rohani di pusat paroki dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari Wilayah Rohani (WR) St. Mikael, WR. Sta. Theresia Avilla, WR. Sta. Faustina dan WR. Sta. Ursula dikunjungi dan diberi rekoleksi dan SPD pada hari Kamis, (14/12) di rumah keluarga Turangan Kalangie. Kelompok kedua yang terdiri dari WR. Sta. Maria Bunda Karmel, WR. St. Romualdus, WR. St. Stefanus dan WR. Sta. Skolastika dikunjungi pada hari Jumat, (15/12) di rumah keluarga Singal Roring. Kelompok ketiga yang terdiri dari WR. St. Fransiskus Asissi, WR. St. Dominikus, WR. St. Vincentius dan WR. St. Ignatius Loyola dikunjungi pada hari Sabtu, (16/12) di rumah keluarga Topit Lumentut. Selesai di pusat paroki, kunjungan pada minggu berikutnya dilaksanakan di stasi-stasi. Stasi Tambelang dikunjungi pada hari Senin (18/12). Stasi Kinamang dan Stasi Liningaan dikunjungi pada hari Selasa, (19/12). Kunjungan terakhir dilaksanakan di Stasi Makaaruyen dan Stasi Mobuya pada Rabu (20/12).  (Sek)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...