Selasa, 06 Februari 2018

"PERINTAH ALLAH KAMU ABAIKAN DAN LEBIH MENTAATI ADAT ISTIADAT MANUSIA" (Mrk. 7:1-13)

Selamat Pagi. Hari ini Selasa, 6 Februari 2018. Pekan Biasa V. Peringatan Wajib SANTU PAULUS MIKI dkk. 
SOBAT, berawal dari perintah penguasa Jepang tahun 1597, yang mengharamkan agama kristiani, serta menyuruh para misionaris asing keluar dari Jepang, mulailah pengejaran dan penangkapan para martir dari Jepang ini. Ada 20 orang Jepang asli dan 6 Misionaris asing yang ditangkap diantaranya Paulus Miki. Mereka disiksa secara amat kejam, telinga disayat - sayat, tubuh didera sampai membuat luka berdarah. Tapi justru mereka bagai tak tergoyahkan tetap memberi kesaksian tentang Yesus. Akhirnya di perbukitan pinggiran kota Nagasaki, mereka disalibkan disaksikan banyak orang dan tusukan kejam tombak bengis ke lambung mereka mengakhiri hidup mereka yang sarat perjuangan demi iman akan Kristus.
Sobat,
Dalam injil hari ini dikisahkan tentang pertentangan Yesus dengan orang-orang Farisi yang lebih taat pada aturan dan adat manusia dari pada taat pada perintah-perintah Allah. Bagi orang saman itu, mungkin juga saat sekarang ini, yang sudah menjadi kebiasaan mendarah daging itu sukar dilepas. Tidak jarang orang berbuat dalih dengan mengabaikan perintah Allah untuk lebih mengikuti dorongan kebiasaan saja. Kita masih bisa mendengar tentang hukum balas membalas yang masih dianut bahkan diisinkan oleh anggapan umum, ada kebiasaan kalau menyelenggarakan pesta tanpa minum dan mabuk bukanlah pesta namanya, ada dalih demi 'menjaga' jenasah musti ada perjudian supaya keluarga berduka tak sendirian, dan masih banyak tradisi yang membuat orang lupa pada apa yang pokok dalam hidupnya sebagai orang beriman. 
Kebiasaan manusia harus dibangun lagi atas dasar Kristus, agar perintah Allah dan ketaatan pada aturan dan hukum Tuhan selalu harus dihargai sebagai nilai tertinggi hidup manusia. Kita tidak boleh mengabaikan perintah Allah demi adat kebiasaan manusia. Hukum Tuhan tidak bisa dikalahkan oleh dosa atau cacat cela yang 'membudaya'.
MARILAH BERDOA:
Allah yang maharahim, kuasailah selalu hati dan budi kami dengan Roh KudusMu, agar dalam hidup kami, kami tidak gampang mengabaikan perintah - perintahMu yang menyelamatkan. 
Terimakasih pula ya Tuhan, untuk hari baru ini, semoga dalam kami menjalani aktifitas kami di hari baru ini, namaMu semakin dimuliakan dan perintahMu dijunjung tinggi. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Santu Paulus Miki, doakanlah kami.

Semoga hari ini Tuhan melimpahkan BerkatNya atas kita semua : DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada  https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...