"ORANG
YANG TELAH MENUNJUKKAN BELAS KASIHNYA"
Kita
sekalian banyak kali dituntut untuk berbuat kasih pada sesama. Tapi ukurannya
adalah pada kesediaan orang dan seberapa jauh ia tergerak hati. Semua dihitung
dari pihak si pemberi yang terkadang masih mudah berat sebelah. Jadi, apabila
ada orang sengsara dan menderita sering terjadi "lewat saja dari
seberang" karena tidak tergerak hati untuk memberi bantuan (seperti kata
injil hari ini). Bukan kebutuhan sesama yang menjadi ukuran tetapi kerelaan si
pemberi dan ini bukan ukuran yang dipakai Yesus. Ukuran menolong sesama menurut
Yesus adalah kebutuhan sesama. Adalah orang Yahudi yang sombong itu tergeletak
tak berdaya di jalan karena di rampok dan dianiaya. Para pemimpin bangsa dan
orang seagama hanya lewat, tapi orang Samaria yang tidak sebangsa, tidak
seagama justru menunjukkan belaskasihnya menurut kebutuhan orang yang
bersengsara. Maka meskipun sementara dalam perjalanan ia langsung tergerak
hati, tak pandang buluh, langsung menolong karena si tak berdaya itu adalah
manusia yang butuh bantuan, butuh obat, butuh perban, butuh angkutan, butuh
perawatan, butuh tumpangan, butuh uang, butuh jaminan, pokoknya butuh
perhatian. Itu semua yang menjadi perhitungan si orang Samaria, kebutuhan
sesama yang bersengsara. Inilah contoh belas kasih Yesus untuk SESAMA: kerelaan
berkorban dari kepunyaannya, waktu, uang, kendaraannya karena tergerak oleh
kebutuhan orang yang tak berdaya itu. Inilah yang menurut Yesus adalah
sesamaku.
Marilah
Berdoa:

Allah
yang berbelaskasih, Engkau mau agar kami menunjukkan bantuan bagi sesama dengan
melihat kebutuhan orang menderita tanpa pandang buluh. Bantulah kami agar mudah
tergerak hati melihat penderitaan orang lain serta langsung menolong. Terimakasih
pula untuk hari baru ini. Semoga kami menjalani hari ini dengan memberi
perhatian lebih pada kebutuhan orang lain, apalagi yang menderita. Demi Kristus
Pengantara kami. Amin. Semoga Allah melindungi kita dalam menjalani aktifitas
hari ini dengan berkatNya berlimpah: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS.
AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty
Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar