Pekan
Biasa XXXII. Peringatan Wajib SANTA ELISABET dari HONGARIA. Injil: Luk.17:
26-37.
"BARANGSIAPA KEHILANGAN NYAWANYA KARENA AKU,
IA AKAN
MENYELAMATKANNYA".
SOBAT,Santa Elisabet dulunya adalah seorang permaisuri yang diusir dari istana dengan membawa ketiga anaknya yang kemudian dirampas orang. Iapun masuk ordo ketiga Santu Fransiskus dan tetap melanjutkan kesenangannya membantu para miskin dan orang-orang sakit dengan sisa - sisa kekayaannya. Dia benar - benar mengabdi Tuhan dengan sepenuh hati. Elisabet mendapat gelar kudus, empat tahun setelah kematiannya. Ia menjadi pelindung karya - karya sosial terutama banyak sekali rumah sakit di seantero bumi.
Saudara,
Manusia itu hanya sejengkal terpisah dari malapetaka dan maut. Tapi banyak kali tak menyadarinya. Hanya apa bila bencana sudah datang baru ia menyadarinya, tapi sudah terlambat. Itu semua karena hidupnya tak diarahkan lagi oleh diri sendiri, tapi lebih banyak karena tergoda oleh orang lain. Karena tak mau ketinggalan saman untuk dapat tempat, kedudukan dan hormat orang lain iapun berbuat sama. Kalau ada yang mengingatkan, termasuk oleh Tuhan sendiri orang menutup mata dan telinga. Sulit kehilangan nyawa untuk Tuhan. Maunya menyelamatkan nyawa walau hidup sudah jauh dari kehendak Allah. Kebahagiaan yang mereka kejar adalah kebahagiaan di dunia bukan di akhirat. Karena itu banyak orang takut sakit, takut menderita , takut berkorban, maunya cari enak, cari aman, cari senang, akhirnya kehilangan hidup yang lebih tinggi bagi seorang manusia. Ia jadi orang tanpa nilai, tanpa bobot. Sebaliknya yang berani berjuang dan berkorban: ia dapat kehilangan segala miliknya tapi pribadinya bertumbuh dan berkenan kepada Tuhan. Yang dikejar adalah nilai surga. Mari menyadari bahwa dunia bukanlah tempat tinggal yang tetap. Dunia kita hanya sementara saja. Kita sementara menuju ke hidup yang lain.
Manusia itu hanya sejengkal terpisah dari malapetaka dan maut. Tapi banyak kali tak menyadarinya. Hanya apa bila bencana sudah datang baru ia menyadarinya, tapi sudah terlambat. Itu semua karena hidupnya tak diarahkan lagi oleh diri sendiri, tapi lebih banyak karena tergoda oleh orang lain. Karena tak mau ketinggalan saman untuk dapat tempat, kedudukan dan hormat orang lain iapun berbuat sama. Kalau ada yang mengingatkan, termasuk oleh Tuhan sendiri orang menutup mata dan telinga. Sulit kehilangan nyawa untuk Tuhan. Maunya menyelamatkan nyawa walau hidup sudah jauh dari kehendak Allah. Kebahagiaan yang mereka kejar adalah kebahagiaan di dunia bukan di akhirat. Karena itu banyak orang takut sakit, takut menderita , takut berkorban, maunya cari enak, cari aman, cari senang, akhirnya kehilangan hidup yang lebih tinggi bagi seorang manusia. Ia jadi orang tanpa nilai, tanpa bobot. Sebaliknya yang berani berjuang dan berkorban: ia dapat kehilangan segala miliknya tapi pribadinya bertumbuh dan berkenan kepada Tuhan. Yang dikejar adalah nilai surga. Mari menyadari bahwa dunia bukanlah tempat tinggal yang tetap. Dunia kita hanya sementara saja. Kita sementara menuju ke hidup yang lain.
Allah yang mahakuasa, biarlah dalam perjuangan hidup kami di dunia ini, kami
selalu menyadari tujuan dan arah seluruh hidup kami. Biarlah kami semua
mengimani Dia yang menjadi jalan, kebenaran dan cahaya hidup kami.
Terimakasih juga untuk hari baru ini. Semoga kami menjalani aktifitas kami di
hari ini dengan kegembiraan penuh untuk bekal hidup di akhirat nanti. Demi
Kristus Pengantara kami. Amin.
Santa Elisabet, doakanlah kami.
Semoga kita dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN PUTERA DAN
ROH KUDUS. AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar