Hari Minggu, 26 November 2017 umat Paroki Sta. Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding mengikuti Misa Syukur Perayaan Kristus Raja Semesta Alam. Perayaan Kristus Raja Semesta Alam ini dipusatkan di Stasi Tambelang. Dipusatkan di Tambelang karena selain stasi Liningaan yang menggunakan Christus Rex (Kristus Raja) sebagai pelindung Gereja, gereja stasi Tambelang juga merupakan salah satu stasi di Paroki Modoinding yang memakai pelindung Rex Mundi (Kristus Raja) untuk gerejanya. Perayaan ini awalnya direncanakan akan dimulai tepat pukul 18.00 Wita dengan perarakan dari ujung kampung Tambelang menuju gereja stasi. Tetapi karena cuaca hujan yang tidak memungkinkan untuk perarakan, diputuskan untuk langsung berkumpul di gereja untuk perayaan misa syukur.
Misa Syukur Perayaan Kristus Raja yang dipimpin oleh pastor paroki Modoinding dimulai tepat pukul 19.00 Wita di gereja stasi Tambelang. Gereja dipadati umat yang datang dari stasi-stasi. Di barisan bangku paling depan bagian kiri tampak dipenuhi dengan anak-anak yang baru menerima komuni pertama dari stasi Tambelang dan dari stasi Pusat Paroki Sinisir. Di barisan bangku depan bagian kanan duduk kelompok Laudate Dominum Choir (LDC) dari pusat paroki. Berurut ke belakang, tampak semua bangku gereja penuh oleh umat. Di samping gereja ada sebuah bangsal yang disiapkan oleh panitia. Bangsal itupun penuh diisi umat yang datang mengikuti perayaan ini.
Misa Syukur ini merupakan puncak seluruh kegiatan Perayaan Kristus Raja di paroki Modoinding. Beberapa hari sebelumnya, sudah dilaksanakan beberapa lomba untuk memeriahkan Perayaan Kristus Raja. Lomba-lomba yang dilaksanakan itu antara lain Lomba Bintang Vokalia antar KBK dan WKRI pada hari Rabu, 22 November 2017, Lomba Bintang Vokalia antar Sekami Anak dan Sekami Remaja pada hari Kamis, 23 November 2017, Lomba Bintang Vokalia antar OMK dan Vokal Grup Keluarga antar Wilayah Rohani pada hari Jumat, 24 November 2017 dan Lomba Koor antar Wilayah Rohani pada hari Sabtu, 25 November 2017. Pemenang lomba telah langsung diumumkan selesai perlombaan. Dan hari ini sesudah misa syukur akan diadakan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Dalam homili Pastor Feighty mengingatkan akan pentingnya perayaan Kristus Raja Semesta Alam. Beliau mengungkapkan bahwa melalui perayaan Kristus Raja, umat diajak untuk menyadari kembali bahwa Kristuslah yang merajai segenap alam semesta ini. Kristulah yang merajai hati, pikiran dan selururuh keberadaan diri kita. Kristus pula yang merajai rumah, halaman rumah, kebun, tanaman yang kita tanam, pekerjaan kita, jalan raya dan semua yang ada di alam semesta ini. Oleh karena itu Pastor Feigty mengajak umat untuk senantiasa membiarkan diri selalu dikuasai dan dirajai Kristus sendiri dan memohon kepada Kristus Raja agar segala berkat senantiasa tercurah dalam kehidupan lewat usaha dan pekerjaan kita di alam semesta ini. Selesai misa, acara dilanjutkan dengan pemberkatan patung Kristus Raja di depan gereja stasi dan penyerahan hadiah kepada para pemenang langsung oleh pastor paroki yang dipandu oleh Frater Pastoral, Fr. Cyrill Tanod, Pr. Sesudah penyerahan hadiah, umat diundang oleh panitia yang dikoordinir langsung oleh ketua stasi Tambelang, Bpk. Esry Liwe, untuk menikmati santapan ringan yang telah disediakan di bangsal di samping gereja. (vt)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar