Sabtu, 02 Desember 2017

19 NOVEMBER 2017: KOMUNI PERTAMA DI PAROKI STA. PERAWAN MARIA RATU ROSARI MODOINDING

Umat Paroki Sta. Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding hari ini (19/11) merayakan misa syukur penerimaan komuni pertama 35 (tiga puluh lima) anak di gereja pusat paroki Modoinding. Perayaan syukur yang dipimpin oleh Pastor Paroki Modoinding, Pst. Feighty Boseke, Pr dimulai dengan perarakan tepat pukul 09.00 Wita. Saat perarakan, anak-anak calon penerima komuni pertama yang mengenakan pakaian ala suster dan pastor itu tampak begitu bersahaja dan bahagia. Begitu juga orang tua yang mendampingi mereka tidak bisa menyembunyikan ekspresi syukur mendampingi anak-anak mereka.

Dalam homili, Pastor Feighty dengan gaya khas dan bahasa sederhana menuntun anak-anak untuk membedakan makanan jasmani dan makanan rohani. “Orang yang tidak makan nasi selama beberapa hari pasti badannya akan sakit dan akhirnya mati. Begitu juga orang Katolik yang sudah lama tidak makan santapan rohani, jiwanya juga akan sakit dan akhirnya mati,” kata Pastor yang belum 2 (dua) bulan menjadi pastor paroki Modoinding.

Pastor Feighty melanjutkan, “Komuni Kudus adalah santapan rohani bagi jiwa kita. Agar jiwa kita tidak sakit dan mati, maka kita semua harus selalu memberinya makan yaitu dengan rajin menyambut komuni lewat perayaan ekaristi.” Pastor Feighty juga mengajak anak-anak penerima komuni pertama untuk belajar lebih setia, jujur dan bertanggung jawab mulai dari hal-hal kecil seperti pesan Injil yang baru dibacakan. Termasuk belajar mengingatkan orang tua agar lebih aktif dalam hidup menggereja.

Sesudah homili dilanjutkan dengan pembaharuan janji baptis. “Janji baptis yang akan diungkapkan oleh anak-anak ini, mengingatkan setiap orang tua saat memeluk dan menghantar anak-anak ini untuk dibaptis. Saat itu orang tua berjanji untuk mendidik anak-anak ini secara Katolik. Dan janji itu sungguh ditunaikan dengan menghantar anak-anak ini untuk menerima komuni. Dulu mereka yang mengungkapkan janji baptis, sekarang anak-anak ini sendiri yang akan mengungkapkan janji baptis itu,” kata Pastor Feighty.


Ibu Marlien Sualang, perwakilan orang tua, dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan mendukung. “Syukur dan terima kasih kami sampaikan kepada kepada semua pihak yang sudah terlibat sehingga anak-anak kami hari ini boleh menerima komuni pertama. Secara khusus kami berterima kasih pada pastor paroki yang bukan saja mendampingi anak-anak kami tetapi juga memotivasi, meneguhkan dan membekali kami lewat katekese selama beberapa hari,” ungkap Ibu Marlien. Senada dengan itu, perwakilan penerima komuni pertama juga mengungkapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pastor Paroki, Frater pastoral, para pendamping, orang tua dan semua pihak yang telah mempersiapkan mereka. “Semoga kami terus dibimbing, didukung, diarahkan dan selalu diteguhkan sehingga bukan saja hari ini kami boleh diterima dan menerima Tuhan Yesus, tetapi juga besok dan seterusnya. Terima kasih, terima kasih dan terima kasih,” ungkap salah satu anak penerima komuni pertama dalam sambutannya. 

Sesudah misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Paroki. Hadir dalam acara ramah tamah tersebut para anak-anak penerima komuni pertama, pastor paroki,  Kepala Desa Sinisir, ibu Jeiny O.B. Lahe, Sekretaris Desa Sinisir, Bpk. Steifi Jefri Palandi  dan Gembala GPdI desa Sinisir sekaligus mewakili Pimpinan Badan Kerjasama antar Umat Beragama Desa Sinisir, Pdt. Jerry F. Wuri, pimpinan Dewan Pastoral Paroki Modoinding,  pimpinan wilayah rohani dan kategorial di pusat paroki, para pendamping persiapan komuni pertama (Ibu Jeity Singal, Ibu Voni Singal, Ibu Sofie Moningka, ibu Lusia Tielung,  Ibu Ansye Tielung, Sdr. Nikolaus Ponamon dan bpk.  Yamwarius Ponamon) dan orang tua anak-anak penerima komuni pertama.  (vt)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...