Hari Jumat, 17 November 2017 umat pusat paroki Sta. Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding membuka novena kerahiman ilahi. Novena kerahiman ilahi dibuka dengan misa pada pukul 15.00 Wita yang dipimpin oleh pastor paroki di gereja pusat paroki.
Berikut catatan seputar devosi kerahiman ilahi yang diambil dari http ://www.katolisitas.org/devosi-kerahiman-ilahi :
1.
Devosi Kerahiman Ilahi
Devosi
Kerahiman Ilahi adalah devosi kepada cinta belas kasihan Allah yang tak
terbatas kepada umat-Nya. Melalui devosi Kerahiman Ilahi itu, kita juga
bersedia menjadi bejana-bejana kerahiman-Nya. Menjadi bejana kerahiman-Nya
berarti bersedia untuk membiarkan belasih kasih-Nya mengalir melalui diri kita
bagi orang-orang yang membutuhkannya.
Ada tiga tema
dalam Devosi Kepada Kerahiman Ilahi, yaitu:
a. Untuk
meminta dan mendapatkan kerahiman Allah.
b. Percaya
kepada rahmat Kristus yang berlimpah.
c. Untuk
menunjukkan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagai saluran kemurahan
Allah.
2. Penghormatan Lukisan Kerahiman Ilahi
Devosi Kerahiman Ilahi tidak pernah dipisahkan dengan penghormatan kepada
Lukisan Kerahiman Ilahi. Lukisan tersebut memancarkan Kerahiman Allah.
Kerahiman Allah itu dilambangkan dengan dua sinar, yaitu warna merah dan warna
pucat, yang memancar dari hati Tuhan Yesus. Kedua sinar itu melambangkan Darah
dan Air :
b. Sinar pucat
melambangkan Air yang menguduskan jiwa-jiwa.
Kerahiman
Ilahi dibuka dengan tombak yang menusuk lambung Tuhan Yesus. Kerahiman Ilahi
itu memancar dalam darah dan air Tuhan melalui lambung-Nya. Darah dan Air dari
hati Tuhan Yesus itu memberi kehidupan kepada jiwa-jiwa karena jiwa-jiwa itu
telah dikuduskanNya.
Rahmat belas
kasih Allah itu berlimpah dan disediakan bagi jiwa-jiwa. Jiwa-jiwa dipanggil
untuk terus menerus menimbanya. Timba dari sumur belas kasih Allah itu adalah
Lukisan Kerahiman Ilahi dengan tulisan ‘Yesus, Engkau Andalanku’.
Kita yang
memberi penghormatan terhadap Lukisan Kerahiman Ilahi berada dalam belas
kasih-Nya di bumi dan khususnya saat ajal. Yesus adalah Pembela kita dari
tuduhan-tuduhan iblis: “Anak-anakku,
hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika
seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus
Kristus, yang adil” (1 Yohanes 2:1). Lukisan kerahiman Ilahi
menjadi Pengingat Tuhan untuk senaniasa menyalurkan belas kasih-Nya kepada umat
manusia.
Kerahiman
Ilahi dapat digambarkan bahwa Tuhan Yesus bagaikan Pemulung kita, yang seperti
sampah karena dosa-dosa kita: “Apabila
bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka
tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang
baik pada pemandangannya” (Yeremia 18:4). Tidak ada jiwa yang
terlalu hancur untuk dapat dibentuk kembali oleh Allah.
3. Jam Kerahiman Ilahi
Jam Kerahiman
Ilahi adalah jam tiga sore. Pada jam Kerahiman Ilahi itu kita berdoa dan
memeditasikan sengsara Tuhan Yesus, khususnya saat Ia sendirian meregang nyawa-Nya.
Pada jam Kerahiman Ilahi ini kita diminta untuk berdoa memohon
kemahakuasaan-Nya bagi seluruh dunia, teristimewa bagi orang-orang berdosa yang
malang. Pada saat itu belas kasih-Nya dibuka lebar bagi setiap jiwa. Kita yang
berdoa pada jam Kerahian Ilahi ini dapat memperoleh apa saja yang kita minta
bagi diri sendiri dan bagi orang-orang lain; Pada jam Kerahiman Ilahi ini, kita
mengakui Kerahiman Allah bagi seluruh dunia di mana belas kasih menang atas
keadilan.
Sebagai
pengingat jam Kerahiman Ilahi adalah pukul 3, 3 kata, 3 detik. Pukul tiga kita
berdoa pada detik-detik wafat Tuhan Yesus Kristus. Kita meluangkan waktu tiga
detik untuk mendoakan dengan hati tiga kata “Yesus
Engkau andalanku” atau “Aku Berharap PadaMu”.
Doa tiga kata ini bisa kita doakan ketika kita tidak mungkin mendoakan doa
“Kerahiman Ilahi” secara lengkap. Doa yang singkat ini menjadi keselamatan kita
dan banyak orang kelak.
Doa Jam Kerahiman Ilahi Lengkap:
Ya Yesus,
Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan
terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia. O, Sumber Kehidupan, Kerahiman
Ilahi yang tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada
kami.
DOA UTAMA KEPADA KERAHIMAN ILAHI
Darah dan air, yang telah memancar dari hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami.
Engkaulah Andalanku!
Darah dan air, yang telah memancar dari hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami.
Engkaulah Andalanku!
Allah yang
kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3 kali)
Yesus, Raja
Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku.
Setelah
mendoakan “Doa Jam Kerahiman Ilahi”, kita berdoa Jalan Salib. Dengan berdoa
Jalan Salib, kita merenungkan perwujudan puncak cinta yang berbelaskasihan dari
Tuhan. Ketika kita berhadapan dengan Salib, kasih kita terwujud dalam rasa
belas kasih atau empati kepada Putra Bapa yang menderita.
Selain
mengadakan Jalan Salib pada jam Kerahiman Ilahi, kita bisa juga melakukan
sembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus (Adorasi) di kapela atau gereja.
Dengan bersujud di hadapan Sakramen Mahakudus, kita bersyukur atas hati Tuhan
Yesus yang berlimpah belas kasih.
Ketika kita
tidak bisa berdoa Jalan Salib atau Adorasi di kapela atau gereja karena situasi
yang tidak memungkinkan, kita tetap membenamkan diri dalam doa di mana pun kita
berada walaupun hanya sesaat. Kita bisa menyanyikan atau menyenandungkan dalam
hati lagu :
Mari kita
merenungkan
Yesus yang menjadi kurban
karena cintakasih-Nya
Yesus yang menjadi kurban
karena cintakasih-Nya
Atau
“Karena Salib-Mu”
Hanya Kau
Tuhan di hidupku
Kau berikan
hidup yang baru
DarahMu
menyucikan pulihkan hatiku
Kunyatakan
Kaulah segalanya
Engkaulah
sumber pengharapan
Kuasa-Mu
sanggup menyembuhkan
Jiwaku pun
berserah hanya kepadaMu,
Yesus kaulah
segalanya.
Reff
Karna salib-Mu
ku hidup.
Karna salib-Mu
ku menang
Engkau yang
berkuasa
Sanggup tuk
melakukan mujizat-Mu
Karna salib-Mu
ku hidup
Karna salib-Mu
ku menang
Engkau yang
berkuasa
Sanggup tuk
melakukan mujizat-Mu di hidupku
Lagu ini dapat
menjadi meditasi yang mengesan atas sengsara Tuhan. Dengan mengulang-ngulang
lagu ini di dalam hati, kita bisa trenyuh/tersentuh akan penderitaan Tuhan
Yesus karena kasih-Nya yang besar kepada kita. Kalau kita tidak mungkin
menyanyikan atau menyenandungkan lagu itu, kita bisa merenungkan Yesus yang
ditinggalkan seorang diri saat meregang nyawa-Nya dengan mendaraskan suatu doa
singkat seperti “Yesus, kasihanilah,” atau “Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia.”
4. Mewujudnyatakan Kerahiman Ilahi Dalam Kehidupan
Devosi kepada
Kerahiman Ilahi bukan sekedar doa, tetapi harus diwujudnyatakan dalam kehidupan
sehari-hari. Ada sembilan hal perwujudan Devosi Kerahiman Ilahi :
a. Kerahiman Ilahi Menjadi The way of life
Kerahiman Ilahi harus menjadi pegangan dan arah hidup kita. Identitas devosian Kerahiman Ilahi adalah hidup sepenuhnya dalam pimpinan Tuhan. Hidup dalam pimpinan Tuhan berarti memiliki persatuan erat dengan Tuhan; mengikuti kehendak-Nya: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri “(Yakobus 1:22); menyangkal diri, yaitu menolak dosa, meyakini Kerahiman-Nya; memuliakan Tuhan dan memberitakanNya; mengasihi siapa saja.
Kerahiman Ilahi harus menjadi pegangan dan arah hidup kita. Identitas devosian Kerahiman Ilahi adalah hidup sepenuhnya dalam pimpinan Tuhan. Hidup dalam pimpinan Tuhan berarti memiliki persatuan erat dengan Tuhan; mengikuti kehendak-Nya: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri “(Yakobus 1:22); menyangkal diri, yaitu menolak dosa, meyakini Kerahiman-Nya; memuliakan Tuhan dan memberitakanNya; mengasihi siapa saja.
b. Berpikiran positif
Berpikiran positif berarti menutup mata, telinga, dan mulut terhadap hal-hal buruk. Dengan kata lain, berpikiran positif berarti tidak ada area gosip dalam hidup kita.
Berpikiran positif berarti menutup mata, telinga, dan mulut terhadap hal-hal buruk. Dengan kata lain, berpikiran positif berarti tidak ada area gosip dalam hidup kita.
Dengan
berpikiran positif, kita mampu mensyukuri semua peristiwa kehidupan dari sisi
kebaikan. Dasarnya: Keagungan Allah. Keagungan Allah justru terletak pada
usaha-Nya dalam mengubah kejahatan menjadi kebaikan.
c. Memahami Visi dan Misi Devosi Kerahiman Ilahi
Visi: Rencana penyelamatan Tuhan terwujud. Penyelamatan Tuhan terwujud secara definitif pada kedatangan-Nya yang ke-dua di mana Ia mengalahkan kuasa kejahatan. Yang dipentingkan bukan kapan, tetapi apa yang harus kita lakukan dalam menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua itu.
Visi: Rencana penyelamatan Tuhan terwujud. Penyelamatan Tuhan terwujud secara definitif pada kedatangan-Nya yang ke-dua di mana Ia mengalahkan kuasa kejahatan. Yang dipentingkan bukan kapan, tetapi apa yang harus kita lakukan dalam menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua itu.
Misi: Menyiapkan dunia bagi kedatangan Yesus yang kedua. Persiapan
bagi kedatangan-Nya yang kedua adalah Hidup seperti Bunda Maria.
Hidup seperti Bunda Maria adalah hidup sunyi dan tersembunyi, tiada henti
bersatu dengan Allah, berdoa bagi umat manusia.
Misi itu
tercapai ketika kita benar-benar mengandalkan Tuhan dan penuh belas kasihan kepada
sesama: “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang
terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah
di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32). Karena
itu, tujuan devosi kepada Kerahiman Ilahi adalah bukan mengubah Dunia, tetapi
mengubah hati seturut Kerahiman Ilahi.
Salah satu misi devosian Kerahiman Ilahi adalah mendoakan tiga
kelompok manusia yang memerlukan rahmat. Ketiga kelompok manusia itu adalah para
pendosa, para imam dan para biarawan-biarawati, dan jiwa-jiwa di api penyucian.
d. Sering Menyambut Komuni
e. Mencintai
Sakramen Tobat
Dasar Kitab
Sucinya: Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan (Kisah
Para Rasul 3:19). Disarankan bahwa Pengakuan Dosa dilakukan 4 x setahun/per
tiga bulan.
f. Merenungkan Sengsara Kristus dan “Memikul Salib”.
Permenungan atas sengsara Kristus dan “memikul salib” itu menjadi sarana rahmat dan sukacita sejati: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Matius 10:38-39)
Permenungan atas sengsara Kristus dan “memikul salib” itu menjadi sarana rahmat dan sukacita sejati: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Matius 10:38-39)
g. Setia Kepada Gereja Katolik
St. Faustina Menulis: (O Yesus), aku percaya akan semua kebenaran yang diajarkan oleh Gereja kudus-Mu untuk diimani.
h. Devosi Kepada Bunda Maria
St. Faustina Menulis: (O Yesus), aku percaya akan semua kebenaran yang diajarkan oleh Gereja kudus-Mu untuk diimani.
h. Devosi Kepada Bunda Maria
Devosi kepada
Bunda Maria yang disarankan adalah tekun mendoakan “Doa Rosario” dan “Angelus”.
Tujuan devosi kepada Bunda Maria adalah meneladani hidup Bunda Maria.
i. Relasi baru dalam keluarga, komunitas, paroki.
· Relasi baru itu nampak semakin mengandalkan Tuhan dan berbelaskasih dengan sesama.
· Relasi baru itu nampak semakin mengandalkan Tuhan dan berbelaskasih dengan sesama.
· Tidak
menonjolkan diri, melayani tanpa mengenal lelah, merukunkan umat, dan
memancarkan kasih dan belas kasih.
· Jika
kehadiran devosian Kerahiman Ilahi menjadi masalah dalam paroki, para devosian
Kerahiman Ilahi segera mengadakan evaluasi dan refleksi untuk memperbaiki diri.
Jika devosian Kerahiman Ilahi tetap terus menimbulkan problema dalam paroki, ia
lebih baik tidak hadir dalam paroki (bdk Refleksi Kongres Kerahiman Ilahi. Hal.
31).
5. Koronka
Perlu disadari bahwa Yesus sendiri tidak pernah minta supaya pada jam Kerahiman didaraskan Koronka.
Perlu disadari bahwa Yesus sendiri tidak pernah minta supaya pada jam Kerahiman didaraskan Koronka.
· Koronka
ditujuan kepada Allah Bapa. Koronka berkali-kali adalah doa yang sangat ampuh,
justru karena dipanjatkan kepada Allah Bapa ”demi sengsara Yesus yang pedih”.
· Jam
Kerahiman yang sepenuhnya berpusatkan pada permenungan tentang sengsara dan
kerahiman Yesus selaku Putra Allah dan sekaligus Manusia.
· Doa Koronka
dalam jam Kerahiman sebagai pemecahan praktis bagaimana mengisi doa setelah jam
Kerahiman itu. Dasarnya adalah tidak ada doa yang membawa dosa.
· Koronka
Kerahiman Ilahi teristimewa didoakan setelah mengikuti Misa Kudus karena
Koronka merupakan kelanjutan doa permohonan dari Kurban Ekaristi.
6. Kesimpulan
a. Doa Jam Kerahiman adalah doa singkat dan sederhana yang dapat dilakukan siapa saja dan di mana saja. Bagi Tuhan Yesus doa singkat yang dilakukan dari hati lebih baik daripada doa yang panjang, tetapi tanpa penghayatan. Karena doa pada jam Kerahiman Ilahi ini adalah doa yang singkat dan dapat dilakukan di mana saja, devosi kepada Kerahiman Ilahi tidak ditujukan untuk membentuk komunitas sendiri (bahaya eksklusif) dalam paroki. Devosi kepada Kerahiman Ilahi seharusnya menjadi devosi pribadi di mana setiap pribadi menjadi bejana-bejana Kerahiman-Nya. Kerahiman Ilahi harus mendasari dan menjiwai setiap komunitas.
b. Karena doa “Jam
Kerahiman Ilahi” adalah permenungan atas sengsara Tuhan Yesus, seminar dan
acara-acara tentangnya tidak boleh glomour, mahal, dan mewah karena
mengkhianati “Sengsara Yesus yang pedih”.
a. Doa Jam Kerahiman adalah doa singkat dan sederhana yang dapat dilakukan siapa saja dan di mana saja. Bagi Tuhan Yesus doa singkat yang dilakukan dari hati lebih baik daripada doa yang panjang, tetapi tanpa penghayatan. Karena doa pada jam Kerahiman Ilahi ini adalah doa yang singkat dan dapat dilakukan di mana saja, devosi kepada Kerahiman Ilahi tidak ditujukan untuk membentuk komunitas sendiri (bahaya eksklusif) dalam paroki. Devosi kepada Kerahiman Ilahi seharusnya menjadi devosi pribadi di mana setiap pribadi menjadi bejana-bejana Kerahiman-Nya. Kerahiman Ilahi harus mendasari dan menjiwai setiap komunitas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar