Jumat, 01 Desember 2017

Renungan: Rabu, 4 Oktober 2017

Pekan Biasa XXVI. Peringatan St. FRANSISKUS DARI ASISI. Injil: Luk.9:57-62. 

"HAL MENGIKUTI YESUS"

SOBAT, 
Kegembiraan menjalani hidup sederhana serta cintanya yang merangkul seluruh ciptaan, adalah ungkapan tepat untuk Santu Fransiskus dari Asisi. Lahir dengan nama Giovanni Francesko Bernardone di Asisi, Italia Tengah tahun 1182, anak pedagang kain yang makmur ini mengembangkan suatu model kehidupan yang langkah. Setelah membagi-bagi miliknya untuk kaum miskin, lalu mulai menjalani corak hidup sederhana dan miskin dengan sukarela dan penuh sukacita. Bersama beberapa temannya, ia membentuk sebuah komunitas persaudaraan yang kemudian menjadi sebuah ordo yaitu " Ordo Saudara - Saudara Dina" atau "ORDO FRANSISKAN". Ordo yang kemudian begitu terkenal yang menghayati kehidupan yang sarat kerendahan hati, kemiskinan dan cinta. Disebut juga sebagai Sahabat Alam Semesta Fransiskus sendiri meninggal dengan teramat mulia karena mendapat Anugerah Derita STIGMATA pada tahun 1226 dalam usia 44 tahun. 

SOBAT, 
Injil hari ini mengungkapkan harapan dan keinginan Yesus bagi setiap orang yang menjadi pengikutNya. Permintaan yang dalam sepintas seperti tidak masuk akal dan cenderung menyakitkan. Saat orang beralasan menguburkan bapanya dahulu, Yesus malah ungkapkan :" biarlah orang mati menguburkan orang mati". Lalu yang minta mau pamitan dulu dengan keluarga, kepada mereka Yesus berucap : "Setiap orang yang siap untuk membajak tapi masih menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah". Hal mengikuti Yesus membutuhkan kesungguhan akan kesanggupan menanggung hal - hal yang tidak mengenakkan dalam dan selama mengikuti Yesus. Ungkapan Yesus yang terasa keras, sebenarnya mau mengatakan sesuatu yang amat penting bahwa bila mengikuti Dia jangan pernah berdalih. Berhenti mencari - cari alasan yang bisa saja dapat menggagalkan kemauan mengikuti Yesus. Karena sampai saat ini tawaran untuk karya Kerajaan Allah, karya gereja, terlalu banyak yang suka berdalih. Bahkan Yesus mau menegaskan bahwa ikatan - ikatan keluarga harus berada di belakang Kerajaan Allah yang DIA proklamirkan. Yang utama Kerajaan Allah dulu. Begitu pula dengan larangan MENOLEH. Yesus ingin kan agar demi Kerajaan Allah, jalan lurus saja. Yesus mengajak supaya dengan mengikuti Dia orang ikhlas maju terus. Jangan memilih mundur dulu. Karena dengan menoleh ke belakang berarti pikirannya masih melekat pada kehidupan yang ia tinggalkan. Karena itu, mari selalu mengedepankan Kerajaan Allah, yang lain pasti akan ditambahkan. 

Marilah Berdoa:  Allah yang maharahim, berkenanlah mengingatkan kami terus bahwa mengikuti PuteraMu selalu membawa sukacita dan hangan sampai kami terus menerus berdalih. Terimakasih pula untuk hari baru ini yang Kau berikan. Semoga kami mengisi hari ini dengan semangat suka hati dan penuh berkat dariMu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin. Berkat Allah melindungi kita dalam menjalani aktifitas kita di hari ini: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...