Jumat, 01 Desember 2017

RENUNGAN: Minggu, 24 September 2017

Hari Minggu Biasa XXV. Bacaan Kitab Suci: Yes.55:6-9; Flp.1:20c-24.27a. Injil: Mat.20:1-16a.


"IRI HATIKAH ENGKAU, KARENA AKU MURAH HATI?"
(Renungan oleh Pastor Feighty Boseke, Pr)

SOBAT,
Semua orang dipanggil Tuhan membangun Gereja Nya. Ada yang langsung bekerja sejak fajar menyingsing, ada yang terlihat melongo dulu kurang gairah, baru kemudian mulai berkarya, ada yang datang tapi berlagak mandor saja, malah ada yang datang sangat terlambat. Tapi Tuhan tetap menghendaki semua saja ikut bekerja.


Dalam injil disampaikan bahwa para pekerja yang datang sudah sore mendapatkan upah yang sama seperti yang datang pagi - pagi. Karena itu yang datang duluan merasa diperlakukan tidak adil. Masakkan yang datang sejak dini hari digaji sama dengan yang kerjanya berdiri merokok terus, dan mereka yang datang setelah kerjaannya hampir selesai? TETAPI itulah kasih karunia Tuhan. Bebas Dia berikan kepada siapa saja. Kadang-kadang kita hitung-hitung apa saja kebaikan dan kebajikan yang sudah kita lakukan dengan pertimbangan bahwa jasa kita jauh lebih baik, maka pasti kita dapat ganjaran atau upah paling besar. Ternyata ada yang musti kita ingat bahwa pahala yang kita peroleh adalah berkat kasih karunia Allah semata- mata, bukan karena jasa-jasa kita. Di hadapan Allah kita tak boleh hitung-hitung jasa. Karena itu kita tak perlu banding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita tak perlu iri hati bila melihat Tuhan baik dan murah hati juga pada orang lain. Tak perlu iri bila orang lain lebih hebat dan kaya. Hari ini kita diajak untuk selalu bersikap SYUKUR dan TERIMA KASIH dan menerima segala kebaikan Tuhan dengan tangan terbuka, sambil kita sendiri juga bermurah hati pada orang lain. Tak perlu menuntut perlakuan istimewa karena kita merasa sudah banyak berbuat. Serahkan semua pada Allah, tetaplah berkarya terus. Kasih Allah merangkul semua, yang pertama dan terakhir, yang beruntung dan tidak beruntung, yang cantik dan tidak cantik, yang kurus maupun yang gemuk, yang pandai atau tidak, semua mendapat karunia cuma-cuma. Kita sama-sama dalam perjalanan menuju Tuhan.



Marilah Berdoa: Allah Bapa Maharahim, kebaikan hatiMu diperuntukkan bagi semua orang, mereka yang setia sejak semula dan yang datang pada saat - saat terakhir. Semua Kau sayangi. Semoga kami dapat menyampaikan pesanMu baik kepada yang jauh, maupun yang dekat, maka kami akan bersukacita dan bersyukur atas segala kebaikanMu. Terima kasih pula untuk hari baru ini, semoga kami bisa menjalani hari ini dengan penuh cinta padaMu dan pada sesama. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.


Semoga Allah melindungi kita dengan berkatNya dalam melaksanakan aktifitas kita di hari minggu ini: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KEMBALINYA ANAK YANG HILANG" (Luk.15:1-3, 11-32)

Selamat Pagi. Hari ini Sabtu, 3 Maret 2018. Pekan Pra-Paskah Kedua. Injil: Luk.15:1-3, 11-32. SOBAT, dalam Kitab Suci, perump...