Selamat Pagi. Hari ini Rabu, 17 Januari 2018. Pekan Biasa II. Peringatan Wajib SANTU ANTONIUS ABAS. Injil: Mrk.3:1-6.
"MEREKA BERSEKONGKOL UNTUK MEMBUNUH YESUS"
SOBAT, Antonius Abas, dulunya pemuda Mesir ini hidup bergelimang harta, karna kekayaan yang diwariskan orang tuanya. Kemudian menjadi orang yang kudus, saat membagi-bagikan kekayaannya pada orang miskin lalu mulai hidup sederhana, berdoa, mati raga dan bertapa hanya untuk mengabdi Tuhan dan melulu memilikiNya. Bersama pengikutnya ia menjadi perintis hidup bertapa. Dalam sukacita hanya memiliki Tuhan ia kemudian meninggal dalam damai di tahun 360.
Santu Antonius Abas, doakanlah kami.
Sobat, bagi orang Farisi, siapa seperti Yesus menentang para penguasa, dicap membahayakan dan harus mati. Prinsip mereka: " yang bersama mereka adalah baik dan benar dan yang melawan adalah sesat dan jahat...termasuk Yesus. Karena itu mereka merasa wajib menyingkirkanNya. Yesus membahayakan kedudukan mereka karena berani menantang mereka.
Nasib Yesus adalah juga nasib begitu banyak orang yang tidak disukai, yang ingin disingkirkan karena membahayakan kedudukan dan jabatan. Nasib begitu banyak orang yang dimusuhi karena bicara jujur, adil dan benar.
Garis hidup Yesus juga menjadi garis hidup banyak orang yang berani mendobrak kemunafikan, membuka kedok kuasa orang yang mempertahankan gengsi dan kehormatan.
Berhentilah bersekongkol untuk merencanakan kejahatan bagi sesama yang pernah menegur kesalahanku. Yesus memintanya.
Marilah Berdoa:
Tuhan Allah yang maharahim, bantulah kami agar ikhlas meninggalkan kejahatan dan berani berjalan dalam kebenaran. Singkirkan dari hidup kami rasa benci pada sesama. Terimakasih pula untuk hari baru ini, semoga kami boleh menjalani aktifitas hari ini dalam kerja sama saling menguntungkan dengan orang lain. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Semoga Berkat Allah menyertai seluruh karya kita hari ini: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin dari renungan harian Pastor Feighty Yohanes pada https://web.facebook.com/feightyyohanes.yohanes).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar