Pekan
Biasa XXIX. Pesta Rasul SANTU SIMON DAN YUDAS. Injil: Luk.6:12-19.
"SEMALAM-MALAMAN YESUS BERDOA"
SOBAT,Mungkin karena sering disebut serentak dan berurutan dalam Injil Sinoptik, maka pesta kedua rasul Yesus ini dirayakan bersama. SIMON yang disebut juga " orang Zelot', yang berarti "bersemangat" berasal dari Kanaan. Ia banyak mewartakan injil di Mesir dan menemui ajalnya sebagai martir tahun 62, saat pemerintahan kaisar Trayanus. YUDAS disebut juga Tadeus, untuk membedakan dari Yudas Iskariot, berarti "orang yang berani". Namanya muncul dalam injil Yohanes, yang berkata pada Yesus:" Tuhan mengapa Engkau menyatakan diri pada kami, bukan pada dunia?". Ia mewartakan injil di Mesopotamia, dan dihormati gereja sebagai pelindung bagi orang-orang yang mengemban tugas- tugas yang sulit. Doa Santu Simon dan Santu Yudas moga menyemangati iman kita.
Saudara,
Dalam injil hari ini disebutkan bahwa Yesus pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa. Hidup Yesus itu adalah hidup dalam kesadaran akan kebersatuan dengan Bapa dalam semua perbuatanNya. Pada Yesus sungguh nyata bahwa KARYA dan DOA itu sama. Kalau ini dihayati sungguh - sungguh maka bagi kita akan selalu timbul KERINDUAN untuk menyisihkan waktu dan memilih tempat tersendiri untuk mengungkapkan kemesraan dengan Bapa di surga. Setiap kali kebersatuan dengan Bapa di surga itu keluar dalam ucapan syukur, dalam mengeluh, mengangkat mata penuh mesra, atau saat melangkah maju mengikuti PANGGILAN Bapa kehendak Bapa. Segala sesuatu diputuskan dalam doa, dalam wawancara dengan Bapa. Dan saat dalam kesesakan berlari kepada Bapa, berkanjang dan berseru - seru dalam doa. Segalanya telah diiteladankan Yesus pada kita. Sebagai manusia Yesus memerlukan ungkapan jiwa sebagai Putera Bapa, di tengah kesibukan di medan dunia, di antara manusia.
Dalam injil hari ini disebutkan bahwa Yesus pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa. Hidup Yesus itu adalah hidup dalam kesadaran akan kebersatuan dengan Bapa dalam semua perbuatanNya. Pada Yesus sungguh nyata bahwa KARYA dan DOA itu sama. Kalau ini dihayati sungguh - sungguh maka bagi kita akan selalu timbul KERINDUAN untuk menyisihkan waktu dan memilih tempat tersendiri untuk mengungkapkan kemesraan dengan Bapa di surga. Setiap kali kebersatuan dengan Bapa di surga itu keluar dalam ucapan syukur, dalam mengeluh, mengangkat mata penuh mesra, atau saat melangkah maju mengikuti PANGGILAN Bapa kehendak Bapa. Segala sesuatu diputuskan dalam doa, dalam wawancara dengan Bapa. Dan saat dalam kesesakan berlari kepada Bapa, berkanjang dan berseru - seru dalam doa. Segalanya telah diiteladankan Yesus pada kita. Sebagai manusia Yesus memerlukan ungkapan jiwa sebagai Putera Bapa, di tengah kesibukan di medan dunia, di antara manusia.
Marilah
Berdoa:
Allah yang maharahim, Engkau rindu agar kami selalu hidup dalam kemesraan
denganMu. Semoga kami selalu dapat merasakan nikmatNya berkomunikasi denganMu
dalam Doa kami setiap hari. Terimakasih untuk hari baru ini. Semoga kami menjalani aktifitas kami hari ini
dalam kesadaran akan penyertaanMu senantiasa. Demi Kristus Pengantara kami.
Amin.
Semoga dalam menjalani aktifitas kita hari ini, kita
selalu disertai dan dilindungi oleh berkat Allah yang mahakuasa: BAPA DAN
PUTERA DAN ROH KUDUS. AMIN. (disalin kembali dari renungan harian Pastor Feighty Boseke, Pr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar